REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perjalanan jauh saat libur Natal dan Tahun Baru kerap membuat waktu terasa sempit, sementara kewajiban sholat lima waktu tetap berjalan. Dalam kondisi musafir, Islam memberikan keringanan berupa sholat jamak, yakni menggabungkan dua sholat fardhu dalam satu waktu. Keringanan ini menjadi solusi agar ibadah tetap terlaksana dengan tertib dan sah, tanpa memberatkan umat Islam yang sedang berada di perjalanan.
Berikut tata cara dan ketentuan sholat jamak Dzuhur–Ashar serta Maghrib–Isya yang perlu diketahui.
Agama Islam memang mengajarkan sholat jamak yakni melaksanakan dua sholat fardhu dalam satu waktu. Sholat yang boleh dijamak adalah sholat Dzuhur dengan Ashar dan sholat Mahgrib dengan Isya.
Namun, seseorang baru boleh melaksanakan sholat jamak jika telah memenuhi syaratnya. Misalnya bagi umat Islam yang melakukan perjalanan jauh (minimal 82 km) ada rukhsah atau dispensasi dalam hal ibadah sholat, dikututip dari laman resmi Kemeneg RI.
Sholat jamak ada dua macam. Pertama, jamak taqdim, yaitu melakukan sholat Dzuhur dan Ashar di waktu Dzuhur atau melakukan sholat Maghrib dan Isya di waktu Maghrib.
Kedua, jamak takhir yaitu melakukan sholat Dzuhur dan Ashar di waktu sholat Ashar atau melakukan sholat Maghrib dan Isya di waktu Isya.




