REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Luqman al-Hakim merupakan seorang tokoh yang namanya diabadikan menjadi nama sebuah surah dalam Alquran.
Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah menjelaskan asal-usul Luqman. Menurutnya, sosok ini bernama lengkap Luqman bin Anqa’ (Unaqa’) bin Sadun. Dalam riwayat lain, namanya adalah Luqman bin Tsaran. Keterangan ini diriwayatkan oleh As-Suhaili dari Ibnu Jarir dan al-Qutaibi. As-Suhaili berkata, “Dia (Luqman al-Hakim) seorang warga Nubi, penduduk Ailah. Menurutku, dia orang yang saleh, ahli ibadah, ungkapan-ungkapannya indah, bagus, baik, dan mengandung hikmah.”
Kisah-kisah Luqman umumnya berkaitan dengan nasihat antara orang tua dan anak. Seperti kisah di bawah ini.
Pada suatu hari, Luqman menunggangi keledainya dan memasuki pasar. Sementara itu, putranya yang masih kecil berjalan mengikutinya dari belakang.
Melihat pemandangan bapak-anak ini, orang-orang di pasar keheranan. Bahkan, ada yang mengecam Luqman karena "dengan tega" membiarkan anaknya berjalan kaki. Mendengar omongan itu, Luqman turun dan lantas menaikkan anaknya ke atas keledai.
Berjalanlah bapak dan anak ini. Ternyata, sebagian orang di kanan kiri jalan mencibir mereka. Seseorang berkata, "Lihat itu! Kasihan sekali, orang tua berjalan kaki, sedangkan anaknya enak-enakan menaiki keledai. Sungguh anak yang durhaka!"
Luqman lalu berhenti. Kali ini, ia ikut naik menunggangi keledai. Maka di atas hewan tunggangan itu, ada bapak beserta si anaknya.
View this post on Instagram




