Kamis 05 Mar 2026 15:51 WIB

Kisah Semut dan Para Nabi

Semut adalah salah satu hewan yang disebut dalam Alquran.

Semut (ilustrasi). Ada beberapa tips efektif agar makanan tidak dikerubungi semut.
Foto: Dok. Freepik
Semut (ilustrasi). Ada beberapa tips efektif agar makanan tidak dikerubungi semut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tidak hanya sebagai utusan Allah, Nabi Sulaiman AS pun merupakan raja bagi kaumnya, Bani Israil. Rabb semesta alam mengaruniai kekayaan yang luar biasa untuknya. Selain itu, ia juga diberi ilmu dan ilham sehingga menjadi pemimpin yang cerdas, bijaksana, dan selalu menegakkan prinsip-prinsip keadilan.

Di antara berbagai mukjizat yang Allah anugerahkan kepada Nabi Sulaiman AS ialah kemampuan menundukkan angin, laut, dan binatang. Dengan keistimewaan itu, putra Daud AS ini dapat bepergian dengan mengendarai angin. Ia juga bisa memerintah jin dan burung-burung untuk membantunya, semisal dalam peperangan.

Baca Juga

Ada satu kisah yang terkait dengan kemampuan Nabi Sulaiman AS berbicara dan mengerti bahasa binatang. Pada suatu hari, sang nabi melakukan perjalanan ke daerah kekuasaannya. Ia membawa pasukan yang sangat banyak, terdiri atas manusia, jin, dan burung-burung.

Nabi Sulaiman AS mengatur bala tentaranya. Mereka yang berjalan di bagian depan bertugas menjaga agar tidak ada yang melewati batas yang telah ditentukan. Pasukan di belakang wajib menjaga agar tak ada seorang pun anggota pasukan yang ketinggalan.

Di tengah perjalanan, Nabi Sulaiman AS dan pasukannya memasuki kawasan lembah. Di sana, ada banyak sarang semut. Melihat banyaknya pasukan yang dibawa sang utusan Allah, para semut pun panik dan ketakutan. Mereka cemas kalau nanti terinjak-injak pasukan besar itu.

Seorang ratu semut--yang konon bernama Jirsan--lalu memberikan arahan. Semut-semut itu diperintahkannya agar segera masuk ke dalam lubang. Momen ini diabadikan dalam Alquran, surah an-Naml ayat ke-18. Artinya, "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement