Selasa 16 Dec 2025 23:14 WIB

Pelaku Penembakan Maut Australia adalah Warga Negara India, Latihan Militer di Filipina

Salah satu pelaku adalah WN India yang tinggalkan negaranya 27 tahun lalu.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nashih Nashrullah
Petugas darurat mengangkut seseorang dengan tandu setelah dilaporkan adanya penembakan di Pantai Bondi, di Sydney, Ahad, 14 Desember 2025.
Foto: AP Photo/Mark Baker
Petugas darurat mengangkut seseorang dengan tandu setelah dilaporkan adanya penembakan di Pantai Bondi, di Sydney, Ahad, 14 Desember 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI— Polisi India pada Selasa (16/12/2025), mengumumkan Sajid Akram, salah satu pelaku serangan di Pantai Bondi, Australia, adalah warga negara India yang meninggalkan negaranya 27 tahun lalu.

Sementara itu, media Australia melaporkan bahwa kedua pelaku pergi ke Filipina sebulan sebelum serangan untuk mengikuti pelatihan militer.

Baca Juga

Dikutip dari Aljazera, Selasa (16/12/2025), Sajid dan putranya, Naveed, yang terdaftar dalam catatan imigrasi Australia sebagai warga negara Australia menurut pihak berwenang, menembaki kerumunan orang yang sedang merayakan Hanukah pada Ahad lalu, yang mengakibatkan 15 orang tewas.

Polisi di negara bagian Telangana, India selatan, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Sajid Akram berasal dari Hyderabad, India. Dia berimigrasi ke Australia untuk mencari pekerjaan sekitar 27 tahun yang lalu pada November 1998.

Pernyataan itu menambahkan bahwa berdasarkan informasi yang tersedia dari kerabatnya di India, komunikasi Sajid Akram dengan keluarganya di Hyderabad terbatas sejak kepergiannya.

Dijelaskan bahwa dia mengunjungi India dalam enam kesempatan setelah bermigrasi ke Australia, terutama untuk alasan yang berkaitan dengan keluarga seperti masalah properti dan mengunjungi orang tuanya yang sudah lanjut usia.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan ayah dan anak yang melakukan penembakan, yang merupakan salah satu yang paling mematikan di negara itu, didorong oleh ideologi Negara Islam.

Polisi Telangana menyatakan mereka tidak memiliki catatan negative tentang Sajid selama dia tinggal di India sebelum keberangkatannya.

Anggota keluarganya mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui pemikiran ekstremis atau aktivitasnya, maupun keadaan yang membuatnya menjadi ekstremis.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement