Selasa 16 Dec 2025 22:56 WIB

3 Personel Tentaranya Tewas Diserang ISIS, Bagaimana Nasib Militer AS di Suriah?

Trump sebut masih percaya dengan Presiden Suriah.

Gerakan ISIS (ilustrasi)
Foto: VOA
Gerakan ISIS (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— New York Times mengatakan serangan mematikan yang menargetkan pasukan Amerika di Suriah telah memunculkan pertanyaan baru tentang masa depan kehadiran militer Amerika di sana.

Presiden Donald Trump menyatakan dirinya masih percaya pada Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa dan tidak ada hubungannya dengan serangan terhadap pasukan AS di Suriah.

Baca Juga

Trump mengatakan bahwa negaranya akan membalas dengan keras serangan ISIS yang menewaskan 3 warga AS di Suriah.

Dikutip dari Aljazeera, Selasa (16/12/2025), analis kontra-terorisme Colin Clarke berpendapat bahwa serangan tersebut kemungkinan akan mendorong Presiden AS Donald Trump mempercepat penarikan pasukan AS dari Suriah.

Jumlah personel militer AS saat ini berjumlah sekitar 1.000 tentara yang ditempatkan di timur laut negara itu dan Pangkalan Al-Tanf.

Di sisi lain, pejabat militer AS yang diwawancarai surat kabar tersebut mengesampingkan kemungkinan dilakukannya operasi militer besar-besaran terhadap ISIS.

Pejabat itu menyebut Washington cenderung mengambil pendekatan yang hati-hati dengan mempertimbangkan situasi politik di Suriah yang sensitif untuk menghindari terjadinya kerusuhan.

Sebelumnya, awal bulan ini, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan pada Ahad (30/11/12) bahwa personel militer AS bersama Kementerian Dalam Negeri Suriah berhasil menghancurkan lebih dari 15 lokasi yang digunakan sebagai gudang senjata ISIS di wilayah selatan Suriah.

Operasi yang berlangsung selama empat hari, sejak 24 hingga 27 November, melibatkan kerja sama antara pasukan AS dan aparat Suriah di Provinsi Rif Damashq.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement