Senin 15 Dec 2025 14:58 WIB

ICMI: Perempuan Garda Terdepan dalam Ketahanan Pangan

Kecukupan pangan merupakan fondasi utama lahirnya masyarakat yang sehat dan cerdas.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Petugas mendata warga penerima manfaat saat penyaluran bantuan pangan di kantor Kelurahan Cimone Jaya, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Jumat (21/11/2025). Pemerintah Kota Tangerang menyalurkan bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional berupa 1.398.040 kilogram beras dan 279.608 liter minyak goreng untuk 69.902 penerima manfaat di 13 kecamatan wilayah Kota Tangerang.
Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
Petugas mendata warga penerima manfaat saat penyaluran bantuan pangan di kantor Kelurahan Cimone Jaya, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Jumat (21/11/2025). Pemerintah Kota Tangerang menyalurkan bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional berupa 1.398.040 kilogram beras dan 279.608 liter minyak goreng untuk 69.902 penerima manfaat di 13 kecamatan wilayah Kota Tangerang.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendorong kemajuan bangsa melalui penguatan kepemimpinan perempuan di sektor pangan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan International Conference of Muslim Women (ICMW) 2025 yang digelar pada 15 Desember 2025 di Graha Mandiri, Jakarta, dengan mengusung tema Women and Food Security.

Baca Juga

Melalui forum internasional ini, ICMI khususnya Majelis Pengurus Pusat (MPP) ICMI Bidang Pemberdayaan Pemuda, Perempuan, dan Anak menempatkan perempuan bukan sekadar sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek utama dan aktor kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, mandiri, dan berkeadilan.

Konferensi ini menjadi ruang pertemuan gagasan antara cendekiawan perempuan, pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi lintas negara untuk merespons krisis pangan global yang kian parah.

Ketua Panitia ICMW 2025, Ir Hanifah Husein menegaskan, kecukupan pangan merupakan fondasi utama bagi lahirnya masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif. Menurut dia, perempuan berada di garda terdepan dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi keluarga sekaligus memainkan peran strategis dalam rantai produksi dan distribusi pangan di tingkat yang lebih luas.

“Ketahanan pangan adalah hak asasi manusia. Ketika perempuan diberdayakan secara keilmuan dan struktural, maka ketahanan pangan nasional memiliki fondasi yang jauh lebih kuat,” kata Hanifah melalui pesan tertulis kepada Republika, Senin (15/12/2025).

photo
Warga menunjukkan kartu tanda penduduk kepada petugas untuk verifikasi data penerima manfaat saat penyaluran bantuan pangan di kantor Kelurahan Cimone Jaya, Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Jumat (21/11/2025).. - (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement