Selasa 02 Dec 2025 05:49 WIB

Para Pemimpin Oposisi Israel Tolak Pengampunan Netanyahu dalam Kasus Korupsi

Netanyahu diminta menghentikan aktivitas politik jika ingin diberi pengampunan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: A.Syalaby Ichsan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di sesi ke-80 Majelis Umum PBB, Jumat, 26 September 2025.
Foto: AP Photo/Richard Drew
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di sesi ke-80 Majelis Umum PBB, Jumat, 26 September 2025.

REPUBLIKA.CO.ID,TEL AVIV — Para pemimpin oposisi Israel telah mendesak Presiden Israel Isaac Herzog untuk tidak memberikan pengampunan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyanu terkait kasus korupsi yang menjeratnya. Mereka menilai, jika Netanyahu meminta pengampunan, dia harus terlebih dulu mengakui tindakan pidananya dan menghentikan aktivitas politik secara permanen. 

Pemimpin oposisi Israel sekaligus ketua Partai Yesh Atid, Yair Lapid, telah menyuarakan penolakan pemberian pengampunan kepada Netanyahu. "Saya memohon kepada Presiden Herzog, Anda tidak dapat memberikan pengampunan kepada Netanyahu tanpa pengakuan bersalah, menunjukkan penyesalan, dan segera mengundurkan diri dari kehidupan politik," ucapnya lewat akun X resminya, dikutip laman Middle East Monitor, Senin (1/12/2025). 

Baca Juga

Pemimpin oposisi senior Israel lainnya dari Partai Demokrat, Yair Golan, turut menentang pemberian pengampunan kepada Netanyahu. "Hanya orang bersalah yang meminta pengampunan. Setelah delapan tahun persidangan, dan ketika kasus-kasus yang menjeratnya belum juga selesai, Netanyahu meminta pengampunan,"ujar dia.

photo
Perdana Menteri Israel Yair Lapid tiba untuk menghadiri rapat kabinet mingguan di Yerusalem, Minggu, 2 Oktober 2022. - (AP/Maya Alleruzzo)

"Satu-satunya kesepakatan yang mungkin adalah Netanyahu bertanggung jawab, mengakui kesalahannya, meninggalkan politik, dan membebaskan rakyat serta negara. Hanya dengan cara inilah persatuan nasional akan tercapai,"tambah Golan. 

Pada Ahad (30/11/2025) lalu, Netanyahu mengumumkan dia telah mengajukan permintaan pengampunan kepada Presiden Israel. Menurut Netanyahu, kasus-kasus yang telah berlangsung lama dan menjeratnya telah memecah belah Israel.

"Ini akan ditangani dengan cara yang paling benar dan tepat. Saya akan mempertimbangkan hanya kepentingan terbaik Negara Israel dan masyarakat Israel," kata Presiden Isaac Herzog dalam sebuah pernyataan pada Senin merespons permintaan pengampunan Netanyahu. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement