REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Uni Emirat Arab (UEA) mengecam keras serangan Israel di pinggiran Kota Damaskus dan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menghentikan serangan berulang tersebut di wilayah Suriah, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA.
"Uni Emirat Arab mengutuk keras eskalasi berbahaya Israel di wilayah Suriah dan serangan yang menargetkan desa-desa di Kegubernuran Rif Dimashq, menegaskan kembali penolakan tegasnya terhadap segala pelanggaran kedaulatan Suriah dan ancaman terhadap keamanan serta stabilitasnya," kata kementerian tersebut dalam pernyataan pada Sabtu (29/11/2025).
Kementerian itu juga mendesak masyarakat internasional untuk segera mengambil langkah-langkah guna menghentikan serangan berulang di wilayah Suriah dan mencegah eskalasi apa pun yang dapat meningkatkan ketegangan regional dan membahayakan perdamaian serta keamanan regional dan internasional.
Pada Jumat, Syria TV melaporkan jet tempur Israel menyerang Desa Beit Jinn, yang terletak sekitar 50 kilometer dari Damaskus, dan menyebabkan korban sipil. Serangan tersebut dilaporkan menyusul insiden ketika sekelompok tentara Israel melakukan penggerebekan di tengah komunitas sipil Suriah dan disergap oleh penduduk setempat.
Sejak pergantian kekuasaan di Damaskus pada Desember 2024, tentara Israel mulai melancarkan serangan rutin di Provinsi Daraa dan Quneitra di selatan Suriah, mendirikan pos pemeriksaan, serta menahan penduduk setempat.
Damaskus telah berulang kali mendesak komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan agresi, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut mengancam stabilitas seluruh kawasan.
Pada Desember 2024, setelah transisi politik di Suriah, pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Perjanjian Pelepasan 1974 dengan Suriah atas Dataran Tinggi Golan tidak lagi berlaku karena pasukan Suriah telah meninggalkan posisi mereka.




