REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO – Imam Besar Al-Azhar, Syekh Ahmed Al-Tayyeb mengatakan pada Kamis (28/8) bahwa Al-Azhar siap menjadi tuan rumah bagi para imam Sunni dan Syiah Lebanon untuk pelatihan bersama.
Hal ini dilakukan guna mempromosikan persatuan dan koeksistensi positif dengan kurikulum sesuai dengan masyarakat Lebanon yang beragam dan tantangan uniknya.
Hal ini disampaikan dalam pertemuannya di Kairo dengan Perdana Menteri (PM) Lebanon Nawaf Salam di kantor pusat Al-Azhar di Kairo, dikutip dari laman Ahram Online, Jumat (29/8/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Imam Besar Al-Azhar menegaskan kembali ikatan historis yang mendalam antara rakyat Lebanon dan Al-Azhar. Dia menyampaikan harapan tulusnya untuk kemajuan, stabilitas, dan persatuan Lebanon.
Syekh Ahmed Al-Tayyeb menegaskan kembali komitmen Al-Azhar kepada PM Salam untuk menjaga persatuan umat Islam dalam menghadapi berbagai tantangan.
Dia mengutip inisiatif lembaga tersebut untuk menyelenggarakan Konferensi Dialog Islam-Islam di Bahrain guna menghidupkan kembali nilai-nilai solidaritas dan tujuan bersama.
Menurut dia, kebutuhan mendesak akan persatuan tersebut, terutama di tengah agresi tidak manusiawi dan genosida yang terus berlanjut yang menargetkan saudara-saudari kita yang tidak bersalah di Gaza selama hampir dua tahun.
Syekh Ahmed Al-Tayyeb juga berjanji untuk memperluas beasiswa bagi mahasiswa Lebanon di Al-Azhar, yang mencerminkan ikatan historis antara Lebanon dan lembaga tersebut.
