Jumat 04 Apr 2025 14:03 WIB

Khusyuknya Shalat Para Sahabat Nabi

Para sahabat Nabi SAW betul-betul khusyuk dalam shalat mereka.

Ilustrasi Sahabat Nabi.
Foto: Republika
Ilustrasi Sahabat Nabi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- "Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan yang keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah lain. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS al-Ankabuut ayat 45).

Para ulama sepakat, semua sahabat Nabi Muhammad SAW adalah golongan yang mustaqim (lurus dan adil). Itulah sebabnya mereka mendapatkan martabat dan kedudukan yang tinggi.

Baca Juga

Ini dapat dibuktikan dalam hal kekhusyukan mereka saat shalat. Fokusnya betul-betul hanya pada Allah Ta'ala.

Hati mereka hanya tertuju kepada Allah SWT dan melalaikan masalah di seputarnya. Dalam benak mereka yang ada hanyalah kebesaran dan keagungan-Nya. Mereka begitu merindukan surga yang telah dijanjikan-Nya serta perasaan takut akan azab-Nya. Konsentrasi mereka bertambah kuat tatkala membaca ayat-ayat Alquran dan seolah berdialog langsung dengan sang Khalik.

Dikisahkan, suatu saat 'Urwah bin Zubair sedang sakit pada betisnya. Ada yang menganjurkan agar bagian yang sakit itu dipotong, namun ia menolaknya. Penyakit itu lalu menjalar ke bagian atas tubuh. Menurut sahabat Nabi yang lain, jika penyakitnya telah sampai ke tulang lutut maka dapat menyebabkan kematian.

'Urwah hanya bisa pasrah dan menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Ia sempat menolak ketika seorang tabib hendak mengobatinya. Akhirnya atas saran seseorang, kaki yang sakit itu dipotong atau diamputasi oleh tabib ketika ia sedang mengerjakan shalat.

Apa yang terjadi? Sakitnya pemotongan itu ternyata sama sekali tidak dirasakannya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

sumber : Hikmah Republika oleh Dudi Lesmana
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement