REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV—Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz pada Kamis (3/4/2025) memperingatkan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa untuk menghadapi konsekuensi yang mengerikan jika ia mengancam keamanan Israel.
"Saya memperingatkan pemimpin Suriah Golani," kata Katz dalam sebuah pernyataan. “Jika Anda mengizinkan pasukan musuh memasuki Suriah dan mengancam kepentingan keamanan Israel, Anda akan membayar harga yang mahal," kata Katz dalam sebuah pernyataan, yang menyebut Presiden Suriah itu dengan nama sebelumnya "Abu Muhammad al-Joulani".
Katz menambahkan bahwa serangan udara semalam di Hama dan Damaskus adalah pesan yang jelas dan peringatan untuk masa depan. “Kami tidak akan membiarkan bahaya apa pun terhadap keamanan Negara Israel," katanya.
Katz tidak merinci siapa yang dia maksud dengan pasukan musuh yang dia peringatkan agar tidak dibiarkan masuk ke Damaskus.
Namun media Israel telah melaporkan dalam beberapa pekan terakhir bahwa Tel Aviv khawatir kesepakatan antara Damaskus dan Ankara yang memberikan pengaruh dan pangkalan militer kepada Turki di Suriah dapat membatasi operasi dan pergerakan Israel di wilayah udara Suriah.
Pada Rabu (2/4/2025), militer Israel mengatakan bahwa mereka meluncurkan serangan udara terhadap dua pangkalan udara dan situs infrastruktur militer di kota-kota Suriah, Damaskus, Hama dan Homs.
BACA JUGA: Viral Perempuan Pukul Askar di Area Masjid Nabawi Madinah, Ini Tanggapan Arab Saudi
Pada Kamis, mereka mengatakan telah menewaskan para militan dalam sebuah operasi semalam di daerah Tasil di Suriah selatan.
Sedikitnya sembilan warga sipil tewas pada hari Kamis akibat penembakan Israel di Suriah selatan setelah serangan ke wilayah tersebut, beberapa jam setelah serangan terhadap sebuah situs strategis dan dua lapangan terbang militer di bagian lain negara itu.