Rabu 02 Apr 2025 05:06 WIB

Pesawat E-2 Diserang Houthi, Kapal Induk AS Kehilangan Perlindungan Hingga Rentan Dirudal

Pesawat E-2 dirancang untuk memberikan informasi intelijen.

Sebuah pesawat diluncurkan dari USS Harry S. Truman di Laut Merah sebelum serangan udara di Sanaa, Yaman, Sabtu, 15 Maret 2025.
Foto: Angkatan Laut AS via AP
Sebuah pesawat diluncurkan dari USS Harry S. Truman di Laut Merah sebelum serangan udara di Sanaa, Yaman, Sabtu, 15 Maret 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN'A — Angkatan Bersenjata Yaman (YAF) dilaporkan berhasil menargetkan pesawat komando dan kontrol E-2 milik kapal induk AS USS Harry S. Truman, sumber senior pemerintah Sana'a mengatakan kepada Al Mayadeen pada Ahad (31/3/2025).

Menurut sumber tersebut, kapal induk itu  kehilangan kemampuan komando setelah serangan. Sementara itu, Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS (Pentagon) telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.

Baca Juga

Pesawat E-2 yang menjadi target Houthi dirancang untuk memberikan informasi intelijen penting tentang potensi ancaman yang dihadapi oleh kapal perang tersebut selama operasi militer. Meskipun tidak secara langsung berpartisipasi dalam serangan, pesawat ini memainkan peran penting dalam pengawasan dan pelacakan.

Pesawat tersebut, yang dioperasikan oleh lima awak—termasuk dua pilot dan tiga spesialis radar—kehilangan perlindungan defensifnya, sehingga lebih rentan terhadap serangan rudal dan pesawat tak berawak Yaman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement