Jumat 28 Feb 2025 17:04 WIB

Sambut Ramadhan, Masjid Garapan Waskita Karya Siap Digunakan Sholat Tarawih

Sejumlah masjid di Tanah Air mulai bersiap menggelar shalat tarawih berjamaah.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah membangun dan merenovasi berbagai masjid besar di Indonesia.
Foto: Waskita Karya
PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah membangun dan merenovasi berbagai masjid besar di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki Ramadhan 1446 Hijriyah, sejumlah masjid di Tanah Air mulai bersiap menggelar shalat tarawih berjamaah. Seperti diketahui, selama bulan suci Ramadhan akan banyak kegiatan yang dilakukan di rumah ibadah umat Muslim tersebut.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk pun telah membangun dan merenovasi berbagai masjid besar di Indonesia. Di antaranya Masjid Baiturrahman Aceh, Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Baiturrahman Semarang, dan Masjid Sheikh Zayed Solo.

Baca Juga

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman selama lebih dari 64 tahun membangun infrastruktur, Perseroan selalu memprioritaskan kenyamanan pengguna dalam setiap menyelesaikan suatu proyek, termasuk masjid. Diharapkan, para jamaah bisa beribadah dengan tenang dan nyaman.

"Waskita juga melihat sejarah atau latar belakang berdirinya masjid yang ingin dibangun dan direnovasi. Hal ini guna menyelaraskan bangunan tanpa harus merubah bentuk yang signifikan, sehingga nilai sejarah masih terlihat pada bangunannya," jelas Ermy dalam keterangan resmi, Jumat (28/2/2025).

Ia menyebutkan, Masjid Baiturrahman Aceh misalnya, merupakan salah satu masjid tertua yang berdiri sejak 1612. Masjid Istiqlal pun sudah dibangun sejak 1961 dan menjadi saksi banyak agenda kenegaraan.

Berikutnya, Baiturrahman Semarang yang awal mulanya bernama Masjid Candi Semarang didirikan tahun 1955. Kemudian Masjid Sheikh Zayed Solo yang merupakan bentuk hibah dari Uni Emirat Arab (UEA) kepada Indonesia.

"Dalam proses pembangunannya, masjid yang dibangun oleh Waskita diselesaikan dengan tepat waktu bahkan ada beberapa yang lebih cepat pembangunannya. Perseroan juga menambahkan inovasi green building serta beberapa fasilitas berteknologi modern," tutur Ermy.

Ia menambahkan, salah satunya Masjid Baiturrahman Aceh yang baru direnovasi sejak 2015 setelah terdampak bencana tsunami pada 2004. Masjid tersebut dikembangkan menyerupai Masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi dengan dipasang12 payung raksasa serta pohon kurma di sekitar halamannya.

Dilakukan pula perluasan halaman dan pemasangan payung elektrik, masjid mampu menambah daya tampung yang semula 9.000 jamaah menjadi 24.405 jamaah. Sampai saat ini Masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi dan budaya di Aceh.

Lalu untuk Masjid Istiqlal Jakarta, Waskita merenovasi Masjid Istiqlal sejak 2019 dan rampung pada Januari 2021. Dalam pembangunannya, Waskita memanfaatkan luasnya halaman masjid dengan menata landscape yang kini dimanfaatkan untuk pusat perbelanjaan dan makanan yang dibina dari UMKM.

Sementara pada renovasi Masjid Baiturrahman yang berada di Alun-alun kota Semarang, Waskita Waskita menggunakan sistem Building Automation System (BAS) dengan mengintegrasikan sistem tata udara, special lighting, dan control equipment MEP. Diusung pula konsep smart building yang menjadi salah satu masterpiece Kota Semarang.

Kemudian pada Masjid Sheikh Zayed Solo, fasilitas masjid dibangun menyerupai miniatur masjid Sheikh Zayed Abu Dhabi UEA, dilengkapi ukiran batik kawung khas Solo pada karpetnya. Bangunan yang dapat menampung 10 ribu jamaah ini merupakan ikon sekaligus kebanggaan warga Jawa Tengah.

“Keempat masjid yang dibangun oleh Waskita menjadi simbol umat Islam di daerah tersebut, maka bisa dimanfaatkan pula sebagai destinasi wisata rohani. Kami berharap, masyarakat dapat melakukan kegiatan keagamaan maupun ibadah di bulan suci Ramadhan secara lebih khusyuk di berbagai masjid karya Waskita," harap dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement