REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jutaan Muslim Rohingya diusir dari Tanah Air mereka di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. United Nations News (PBB News) pada 2023 menuliskan bahwa sekitar 10.000 pria, wanita, anak-anak dan bayi Rohingya dibunuh, dan 300 desa etnis Rohingya dibakar.
Anggota Komite Eksekutif Aliansi Nasional Rohingya Arakan (ARNA), Nezamul Hasan saat berkunjung ke Indonesia mengungkapkan alasan Muslim Rohingya diusir dan dibunuh di Tanah Air mereka yakni Negara Bagian Rakhine bagian utara di Myanmar.
Nezamul menyampaikan, meskipun junta militer Myanmar berperang melawan tentara Arakan, namun jika menyangkut soal Rohingya, kebijakan mereka sama yakni mengusir Rohingya dari kampung halamannya. Junta militer Myanmar dan tentara Arakan memiliki tujuan yang sama yakni menghancurkan Rohingya.
"Jadi, siapa pun yang datang, tentara Arakan atau militer (junta militer Myanmar), mereka mencoba untuk menghancurkan kami (Rohingya) dan mendorong kami keluar dari negara kami," kata Nezamul saat berbincang dengan Republika di Gedung Filantropi Dompet Dhuafa, Rabu (26/2)
Nezamul juga mengungkapkan alasan dan motif tentara Arakan dan militer Myanmar mengusir dan membunuh etnis Rohingya.
Ia menerangkan, jika melihat peta Negara Bagian Arakan, pada bagian utara adalah wilayah tempat mayoritas Muslim. Sementara di bagian selatan Arakan mayoritas penduduknya beragama Buddha.