Rabu 31 Jul 2024 07:57 WIB

Viral Lirik Lagu Sal Priadi, Begini Hadits tentang Roh yang 'Mampir' dan Menjawab Salam

Rasulullah mensyariatkan kepada umatnya agar mengucapkan salam kepada ahli kubur

Petugas menyiapkan kuburan untuk korban kecelakaan bus karyawisata SMK Lingga Kencana Depok  di Tempat Pemakaman Umum Islam (TPUI) Parung Bingung, Kota Depok, Jawa Barat, Ahad (12/5/2024). Enam dari sepuluh korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus di Ciater Subang, dimakamkan di TPUI Parung Bingung, Kota Depok, Jawa Barat. Keenam korban tersebut ialah Dimas Aditya, Intan R. Giti, dan Mahesa usai ketiganya dishalatkan bersamaan di mushola setempat. Juga Intan Fauziah, Robiyatul Adawiyah, dan seorang guru bernama Suprayogi. Sebelumnya, kecelakaan tersebut terjadi diduga akibat bus yang mengangkut rombongan pelajar SMK asal Depok mengalami rem blong di turunan Ciater, Subang pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 18.45 WIB. Akibat kejadian tersebut sebelas orang dinyatakan meninggal dunia diantaranya sembilan siswa dan satu guru SMK Lingga Kencana Depok serta satu pengendara motor.
Foto:

Karena itu, Ibnu Qayyim Al Jauziy juga mengutip sebuah hadis yang bersumber dari Ibnu Abdil Barr. Rasulullah SAW bersabda, “ Tidaklah ada diantara orang Muslim yang lewat di dekat kubur saudaranya yang dikenalnya selagi di dunia lalu dia mengucapkan salam kepadanya melainkan Allah mengembalikan rohnya kepadanya hingga dia membalas salamnya itu.”

Menurut Ibnu Qayyim, ini merupakan nash yang menunjukkan orang yang sudah meninggal dunia dan terbujur di dalam kuburnya bisa mengetahuinya dan membalas salamnya.

Rasulullah SAW mensyariatkan kepada umatnya agar mengucapkan salam kepada para ahli kubur, seperti salam yang mereka ucapkan kepada lawan bicara dengan lafaz, “Salam sejahtera atas kalian, tempat tinggal orang-orang Mukmin.”

Orang-orang salaf telah menyepakati hal ini dan banyak atsar yang diriwayatkan dari mereka jika orang yang meninggal dunia dapat mengetahui ziarah orang yang masih hidup di atas kuburnya. Dia merasa gembira karena kedatangannya itu.

Abu Bakar bin Abdullah bin Muhammad bin Ubaid bin Abud-Dunya mengatakan di dalam Kitabul Qubur tentang orang yang sudah meninggal dunia dan mengetahui kedatangan orang yang masih hidup. Dari Aisyah Ra, dia berkata,” Rasulullah SAW bersabda, “Tidakkah seseorang menziarahi kubur saudaranya dan duduk di sisinya melainkan ia mendengarnya dan menjawab perkataannya hingga dia bangkit.”

Ibnu Qayyim menjelaskan, ketika menziarahi kuburan itu seorang Muslim bisa menyebut nama-nama orang yang ada di kuburan itu. Sekiranya mereka tidak bisa mendengar dan mengetahuinya, lalu buat apa orang Muslim berziarah kubur? Inilah logika ziarah kubur yang bahkan tradisi ini pun dikenal berbagai umat manusia. Begitu pula salam kepada para penghuni ziarah kubur. Sebab, salam yang disampaikan kepada orang yang tidak mengetahui dan mendengarnya adalah sesuatu yang mustahil.

 

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِِنْ شَاءَاللَّهُ بِكُمْ لَا

حِقُوْ نَ، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَاوَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

"Assalamu'alaikum ahlad-diyaar minal mu'miniina wal muslimiin. Wa inna insyaa alloohu bikum laahiquun. Nasalullooha lanaa walakumul 'aafiyah."

"Semoga kesejahteraan terlimpah kepada kalian, para penghuni kubur, dari kaum Mukminin dan muslimin, dan sesungguhnya kami Insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan kalian". (HR Ibnu Majah

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement