Jumat 19 Jul 2024 12:05 WIB

Undang Habib Rizieq, Aliansi Bela Palestina Gelar Aksi Tolak Israel pada Ahad

Aksi beragendakan menolak kontingen Israel di Olimpiade Paris 2024.

Massa dari Aliansi Bela Palestina Boikot Israel melakukan aksi di halaman pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza (BIP), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/7/2024). Dalam aksinya mereka mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina serta mengajak masyarakat memboikot produk yang berafiliasi dengan Israel.
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Massa dari Aliansi Bela Palestina Boikot Israel melakukan aksi di halaman pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza (BIP), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/7/2024). Dalam aksinya mereka mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina serta mengajak masyarakat memboikot produk yang berafiliasi dengan Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) akan menggelar aksi penolakan terhadap kontingen Israel di Olimpiade Paris 2024 di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Ahad pagi (21/7/2024).

 

Baca Juga

"Kita akan mulai jam 05.30 WIB. Lokasi acara terpisah dari area 'Car Free Day'," kata Sekretaris ARI-BP, Oke Setiadi kepada wartawan di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (18/7/2024).

 

ARI-BP turut mengundang berbagai ormas keagamaan, termasuk Pimpinan Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang sudah resmi bebas dari kasus hukum.

 

"Kami mengundang semua komponen bangsa, semua ormas untuk hadir bersama kami. Jadi bukan hanya FPI, ada Wahdah Islamiyah, Persis, Muhammadiyah, NU," kata Oke dalam keterangan tertulisnya.

 

Oke menjelaskan, aksi tersebut dipastikan berlangsung damai tanpa ada kekerasan. Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi aksi tersebut.

 

"Pertama, kalau ada teman-teman dari CFD ikut, kemudian seperti biasa, kemudian masuk ke arena untuk mengikuti, silakan. Tanpa meninggalkan hal-hal yang melanggar norma dan hukum. Yang kedua kalau bisa pakai pakaian olahraga ya," ujarnya.

 

Dia mengungkap nantinya juga akan diperdengarkan suara drone yang diikuti dengan aksi tiarap peserta unjuk rasa. Dia pun meminta para peserta dapat mengikuti rangkaian aksi secara damai.

 

"Kita akan mendengarkan suara drone ya dan kemudian dengan suara drone tadi tiba-tiba kemudian kita akan tiarap, merasakan bagaimana masyarakat Gaza yang sehari-hari ketika dengar suara drone harus bersentuhan dengan tanah," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement