Selasa 11 Jun 2024 08:46 WIB

Klarifikasi SMPN 216 Soal Video Viral Remaja yang Olok-olok Korban Genosida Palestina

Pihak sekolah menyanggah informasi jika empat remaja itu bersekolah di SMPN 216.

SMPN 216 Jakarta
Foto: Dok SMPN 216 Jakarta
SMPN 216 Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 216 Jakarta menindaklanjuti tentang viralnya video empat remaja yang mengolok-olok korban genosida Israel di Palestina. Kelompok remaja tersebut tampak sedang makan di sebuah restoran makanan cepat saji di Jakarta yang diduga masuk dalam daftar boikot.

Mereka pun melontarkan lelucon jika makanan dan minuman tersebut merupakan, “Daging dan darah anak Palestina.”

Baca Juga

BACA JUGA: KPK Periksa Hasto: HP Disita, 2,5 Jam Kedinginan di Ruang Pemeriksaan Ditinggal Penyidik

Warganet yang penasaran dengan video tersebut lantas menyebarkan informasi jika para remaja ini merupakan peserta didik dari SMPN 216. Lewat akun Instagram @smpn_216, pihak sekolah menyanggah informasi tersebut.

Pihak sekolah membuat klarifikasi jika satu-satunya peserta didik SMPN 216 adalah pihak yang membuat video dan memposting perilaku empat remaja itu. Berikut klarifikasi lengkapnya.

Klarifikasi SMPN 216

Menindaklanjuti video yang beredar ditengah masyarakat, Kami pihak sekolah mengklarifikasi bahwa:

1. Kejadian tersebut terjadi di luar jam sekolah pada hari Minggu siang, 9 Juni 2024, setelah mereka pulang dari tempat ibadah dan makan siang di restoran cepat saji.

2. 4 orang yang berada dalam video tersebut bukanlah peserta didik SMPN 216 Jakarta.

3. Yang memvideokan dan memposting serta pemilik akun instastory tersebut merupakan salah satu peserta didik kelas 9 SMPN 216 Jakarta, yang juga teman dari mereka.

4. Setelah mendalami perihal video yang sudah beredar kami dari pihak sekolah sangat menyayangkan dan mengecam perilaku dalam video tersebut.

5. Kami dari pihak sekolah sudah memanggil yang bersangkutan beserta orang tuanya dan mendesak yang bersangkutan untuk membuat klarifikasi dan permintaan maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan atas perbuatan yang dilakukan.

6. ⁠Kami pihak sekolah selalu mengajarkan dan menjunjung tinggi sikap toleransi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Official Account of SMPN 216 (@smpn_216)

 

Dikecam Netizen...

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement