Senin 10 Jun 2024 10:21 WIB

Wukuf, Menepi Sejenak Membangun Kecerdasan Spiritual

Wukuf memberikan kesempatan untuk mengevaluasi semua sisi kehidupan.

 Jamaah haji tengah memanjatkan doa di Jabal Rahmah, saat menunaikan ibadah wukuf di padang Arafah.
Foto: AP/ Amr Nabil
Jamaah haji tengah memanjatkan doa di Jabal Rahmah, saat menunaikan ibadah wukuf di padang Arafah.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nasir Tajang (PHD-PIH Prov DKI Jakarta Th 2024)

Rasulullah SAW ditanya oleh salah seorang Anshar yang dibawa Ibnu Umar menemui Rasulullah. “Wahai Nabi siapakah orang yang paling cerdas dan mulia?” Beliau menjawab, “Orang yang paling banyak dalam mengingat mati dan dan paling siap menghadapinya. Merekalah yang paling cerdas. Mereka pergi dengan membawa kemuliaan di dunia dan kehormatan di akherat (HR at-Tirmidzi).

Baca Juga

Wukuf bermakna berhenti atau berdiam diri. Pengertian istilah wukuf adalah hadir di padang Arafah mulai dari tergelincir matahari (waktu zuhur) pada tanggal 9 Zulhijjah sampai terbit fajar tanggal 10 zulhijjah.

Para ulama sepakat bahwa Wukuf di Arafah merupakan rukun Haji sebagaiman sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Daud: "Haji (yang memenuhi syarat adalah wukuf di Arafah".

Wukuf di padang Arafah tidaklah sekedar hadir atau berhenti, tapi untuk "menepi" sejenak untuk melihat dan mencermati perjalanan hdiup yang telah dilalui. Berhenti sejenak setelah menempuh sekian lama perjalanan untuk mengevaluasi segala hal yang telah dilakukan apakah masih berada di jalur yang benar atau telah melenceng jauh.

Berhenti sejenak melihat bekal, apakah sudah memadai untuk menghadap Allah, atau bekalnya sangat sedikit bahkan tidak ada.

Wukuf juga memberikan kesempatan untuk mengevaluasi semua sisi kehidupan untuk mengetahui kekurangan, cacat dan sisi "gelap" kehidupan kita dalam rangka merumuskan perbaikan ke depan dan menyiapkan rencana jangka panjang menutupi kekurang dan menyiapkan cahaya untuk menerangi jalan berliku.

Wukuf tidak ubahnya "Tafakkur Akbar" yang dilakukan kaum muslimin di seuluruh dunia. Yang melaksanakan haji hadir di Padang Arafah sementara yang tidak haji melaksanakan puasa sunnah Arafah.

Bagi yang melaksanakan wukuf, para ulama memberikan panduan agar selalu menjaga kesuciannya, menghadap kiblat, memperbanyak istigfar, mengingat Allah, berdoa secara khusuk bagi dirinya dan orang lain agar mendapatkan kebaikan agama dan dunia, kehadiran hati dan mengangkat ke dua tangan.

Sungguh menjadi keberkahan besar jika suasana "wukuf" terus dihadirkan dalam diri dari waktu ke waktu. Menarik terus memperhatikan dialog Rasulullah SAW dengan salah seorang Anshar tsb yang dibawa menemui Rasulullah tentang pertanyaannya orang yang paling cerdas dan mulia. Semoga menepi sejak melaksanakan wukuf, cukup memberi ruang iman, hati dan akal kita untuk memilih menjadi orang "cerdas" seperti yang disabdakan Rasulullah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement