Senin 10 Jun 2024 11:45 WIB

KKHI Makkah Siapkan Empat Tim Kesehatan saat Puncak Haji

Puncak haji akan menjadi pusat perhatian dunia.

Tempat tidur pasien di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.
Foto: Republika/Fuji E Permana
Tempat tidur pasien di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

REPUBLIKA.CO.ID,  MAKKAH -- Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah menyiapkan empat tim tenaga kesehatan yang akan bertugas melayani jamaah saat puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

"Untuk persiapan Armuzna khususnya Dakker Makkah, kita menyediakan ada empat tim," ujar Kepala KKHI Daker Makkah Dr Enny di Makkah, Arab Saudi, beberapa waktu lalu.

Baca Juga

Enny mengatakan pertama, tim BKO Arafah akan berjaga pada pos-pos kesehatan di Arafah dengan 26 personel yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker, dan tenaga lainnya.

Kedua, tim Muzdalifah yang nanti akan bertanggung jawab pada titik-titik pos kesehatan di Muzdalifah dengan 32 personel dan terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain.

 

"Nanti ada 11 pos, ini tenaganya dari KKHI," kata dia.

Ketiga yaitu tim safari wukuf jamaah calon haji sakit. Tim ini akan mendampingi jamaah di bus untuk melaksanakan safari wukuf. Setiap bus yang ditumpangi jamaah Indonesia akan diisi satu dokter dan dua perawat.

Terakhir yakni tim KKHI. Tim tersebut akan menjaga jamaah yang sakit di KKHI, khususnya peserta calon haji yang kondisi kesehatannya sudah tidak memungkinkan untuk dibawa menggunakan kendaraan (transportable) untuk safari wukuf.

Sementara untuk ambulans, KKHI menyiapkan 16 unit yang akan melayani jamaah calon haji Indonesia selama masa puncak haji di Armuzna.

Ia kembali mengimbau kepada jamaah Indonesia untuk menjaga kondisi kebugaran jelang puncak haji. Jamaah diminta untuk banyak beristirahat dan makanan secara teratur, agar kondisi badannya fit.

Ragam layanan kesehatan haji

 

Lihat halaman berikutnya >>>

 

sumber : Antara

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement