Ahad 09 Jun 2024 06:14 WIB

Belajar dari Imam Al-Ghazali, Mengapa Justru Mundur Saat di Puncak Karier?

Imam Ghazali dikenal sebagai sosok alim di segala bidang

Teladan Imam Ghazali dalam tradisi ilmiah (ilustrasi), ilustrasi ulama. Imam Ghazali dikenal sebagai sosok alim di segala bidang
Foto: republika
Teladan Imam Ghazali dalam tradisi ilmiah (ilustrasi), ilustrasi ulama. Imam Ghazali dikenal sebagai sosok alim di segala bidang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ulama terkemuka yang terlahir di Kota Tus, Khurasan, Iran, pada 1058 M itu bernama lengkap Abu Hamid Ibn Muhammad Ibn Muhammad al-Tusi al-Syafi'i al-Ghazali. 

Inilah salah seorang tokoh Muslim terkemuka sepanjang zaman. Ia dikenal sebagai seorang ulama, filosof, dokter, psikolog, ahli hukum, dan sufi yang sangat berpengaruh di dunia Islam dan peradaban Barat. Pemikiran-pemikiran Al-Ghazali memang sungguh fenomenal.

Baca Juga

Demi mendapatkan ilmu, Al-Ghazali dengan penuh semangat datang Kota Nishapur untuk berguru kepada Imam Haramain Al Juwaini. Berbekal kesungguhan dan otak yang encer dalam waktu yang tak terlalu lama, Al-Ghazali pun mampu menguasai beragam ilmu keislaman, seperti fikih mazhab Syafi'i dan fikih khilaf, ilmu perdebatan, ushul, mantiq, hikmah, dan filsafat.

Prestasinya yang sungguh luar biasa telah membuat sang guru kagum kepadanya. Salah satu karyanya yang mengundang decak kagum Imam Haramain adalah Al-Juwaini.

Sepeninggal sang guru, Imam Al-Ghazali pun mulai melanglang buana. Ia pun singgah ke perkemahan Wazir Nidzamul Malik dari Dinasti Seljuk.

Di tempat itu tengah berkumpul para ilmuwan dan cendekiawan. Imam Al-Ghazali lalu mengajak mereka untuk berdebat.

Bermodalkan ilmu yang begitu dalam dan banyak, Al-Ghazali pun diakui kehebatannya oleh para ulama. Kecerdasan dan kepandaian Al-Ghazali pun mampu memincut perhatian Sang Wazir.

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement