Kamis 30 May 2024 13:36 WIB

All Eyes on Rafah, Al Washliyah: Semua Mata Penduduk Dunia Berpihak ke Palestina

MER-C memandang ini kesempatan dunia segera mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Warga Palestina mengungsi dari kota Rafah di Gaza selatan selama serangan darat dan udara Israel di kota itu pada Selasa, (28/5/2024) Waktu setempat. Serangan Israel ke kamp pengungsi Rafah yang menewaskan 45 orang membuat warga Palestina kini memilih mengungsi ke Khan Younis.
Foto: AP Photo/Jehad Alshrafi
Warga Palestina mengungsi dari kota Rafah di Gaza selatan selama serangan darat dan udara Israel di kota itu pada Selasa, (28/5/2024) Waktu setempat. Serangan Israel ke kamp pengungsi Rafah yang menewaskan 45 orang membuat warga Palestina kini memilih mengungsi ke Khan Younis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muncul dan viral gerakan All Eyes on Rafah atau semua mata tertuju ke Rafah di Gaza, Palestina.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah KH Masyhuril Khamis mengatakan sesungguhnya semua mata penduduk dunia saat ini menunjukkan keprihatinannya serta keberpihakannya bagi saudara di Palestina khususnya di Rafah, Gaza.

Baca Juga

"Itu artinya seluruh dunia sudah muak, benci dan mengutuk Israel dan kroninya, tapi pertanyaannya Israel tetap saja leluasa membunuh saudara kita di sana (Palestina), tanpa rasa takut dengan penduduk dunia lainnya," kata Kiai Masyhuril kepada Republika, Kamis (30/5/2024).

Kiai Masyhuril mengatakan sebenarnya cara diplomatik cara negosiasi sudah dilakukan. Tapi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kelihatannya tidak berani lebih dari yang ada saat ini.

"Yang kita khawatirkan, jika hal ini terus-terusan dibiarkan, bukan tidak mungkin akan adanya perang yang kebih besar ke depannya," ujar Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa (PDPAB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Bagi masyarakat dunia yang mendukung kemerdekaan Palestina, dikatakan Kiai Masyhuril, upaya boikot produk harus dikencangkan lagi, selain gerakan moral lainnya. Sebagai umat Islam jangan pernah berhenti berdoa khususnya Qunut Nazilah bagi kemerdekaan Palestina.

Sebelumnya, Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Sarbini Abdul Murad menyampaikan apresiasi kepada Spanyol, Irlandia dan Norwegia yang pada Selasa (28/5/2024) secara resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Keputusan Spanyol, Irlandia dan Norwegia... Baca di halaman selanjutnya...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement