Kamis 18 Apr 2024 14:21 WIB

Efek Konflik Berkepanjangan Palestina-Israel, Gus Yahya: Buka Peluang Bangkitnya Teroris

Gus Yahya nilai penderitaan Palestina kondisi kemanusiaannya sudah di luar batas.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf saat konferensi pers isu-isu mutakhir pasca Idul Fitri 1445 H di Gedung PBNU, Kamis (18/4/2024).
Foto: Fuji E Permana / Republika
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf saat konferensi pers isu-isu mutakhir pasca Idul Fitri 1445 H di Gedung PBNU, Kamis (18/4/2024).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf yang akrab disapa Gus Yahya menyampaikan bahwa konflik berkepanjangan yang dibiarkan akan meluas konfliknya, karena itu sudah seperti hukum alam. Demikian juga konflik Palestina dan Israel yang sekarang sudah melibatkan negara lainnya, jika dibiarkan akan meluas. 

Gus Yahya mengatakan, awalnya konflik di Gaza antara Israel dengan para pejuang Palestina yang menuntut hak mereka di sana. Karena konfliknya berkepanjangan, lama-lama ada Yaman yang ikutan. Kemudian sekarang Iran terlibat konflik tersebut.

Baca Juga

Menurut Gus Yahya, nanti seterusnya akan ada yang terlibat konflik tersebut. Sebab itu sudah jadi seperti hukum alam, kalau konflik dibiarkan itu pasti meluas konfliknya.

"Pasti meluas (konfliknya kalau ada konflik berkepanjangan dibiarkan), jadi ini (Iran serang Israel) bukan soal Syiah atau Sunni, ini soal konsekuensi dari konflik yang berkepanjangan, pasti meluas," kata Gus Yahya kepada Republika saat konferensi pers isu-isu mutakhir pasca Idul Fitri 1445 H di Gedung PBNU, Kamis (18/4/2024).

Gus Yahya mengatakan, kalau tidak segera dihentikan konflik Palestina dan Israel, maka yang lain juga pasti akan ikut-ikutan.

Konflik yang berkepanjangan dan tidak dihentikan, menurut Gus Yahya, akan membuka ruang, misalnya kemungkinan nanti kelompok-kelompok radikal dan kelompok-kelompok teroris di Timur Tengah akan bangkit lagi.

Gus Yahya menegaskan, sebab kelompok radikal dan teroris akan punya alasan dan punya momentum untuk melakukan sesuatu. Ini berbahaya sekali, sangat-sangat berbahaya.

"Tidak ada jalan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar selain berhenti sekarang juga (konflik Palestina dan Israel), berhentikan sekarang juga, berhenti dulu sudah, lalu kita baru mulai bicara, tapi berhenti dulu, itu yang paling penting," ujar Gus Yahya.

Gus Yahya juga mengatakan bahwa penderitaan Palestina kondisi kemanusiaannya sudah di luar batas. Kesengsaraan yang dialami oleh saudara-saudara di Gaza ini sudah di luar batas yang bisa ditanggungkan oleh kemanusiaan.

"Ini (penderitaan saudara kita di Gaza) adalah tanggung jawab moral dari seluruh umat manusia yang tidak boleh diabaikan," ujar Gus Yahya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement