Kamis 18 Jan 2024 10:01 WIB

Rekonstruksi Perumahan Gaza Menelan Biaya lebih dari 15 Miliar Dolar

Perang telah mengusir sebagian besar 2,3 juta orang Gaza dari rumah mereka.

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil
Asap mengepul setelah serangan Israel di Rafah, Jalur Gaza, Sabtu (9/12/2023). Serangan udara Israel yang membombardir wilayah Rafah mengakibatkan korban jiwa dan lingkungan rumah warga Palestina hancur.
Foto: AP Photo/Leo Correa
Asap mengepul setelah serangan Israel di Rafah, Jalur Gaza, Sabtu (9/12/2023). Serangan udara Israel yang membombardir wilayah Rafah mengakibatkan korban jiwa dan lingkungan rumah warga Palestina hancur.

REPUBLIKA.CO.ID,YERUSALEM — Ketua Dana Investasi Palestina, Mohammed Mustafa mengatakan di Forum Ekonomi Dunia, untuk membangun kembali rumah-rumah di Gaza membutuhkan dana 15 miliar dolar AS.

“Kepemimpinan Palestina jangka pendek, akan terus fokus pada bantuan kemanusiaan termasuk makanan dan air tetapi akhirnya, fokusnya akan bergeser ke rekonstruksi,” kata Mustafa dilansir dari TRT World, pada Kamis (18/1/2024).

Baca Juga

Perang telah mengusir sebagian besar 2,3 juta orang Gaza dari rumah mereka, beberapa dari mereka beberapa kali, dan menyebabkan krisis kemanusiaan, dengan persediaan makanan, bahan bakar, dan medis hampir habis.

“Jika perang di Gaza berlanjut, lebih banyak orang kemungkinan akan mati karena kelaparan daripada perang," kata Mustafa.

“Langkah pertama harus membawa makanan, obat-obatan, air dan listrik kembali ke kantong yang terkepung,” tambahnya.

Serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober telah mengubah sebagian besar wilayah Palestina menjadi gurun, menewaskan lebih dari 24.000 orang dan melukai hampir 61.000, kata pejabat kesehatan setempat di Gaza.

 

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement