Senin 15 Jan 2024 01:05 WIB

Perjalanan Pendeta Gould David Menjemput Hidayah Allah Hingga Menjadi Mualaf

Perjalanannya menuju Islam dimulai ketika Gould melakukan perjalanan ke Perth.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi.
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Melayani dan menjadi pengabdi di rumah ibadahnya terdahulu selama 45 tahun, Pendeta Australia Gould David memeluk Islam pada 2023. Ia membagikan kisah mualafnya dalam menjemput hidayah Allah.

David telah mengumumkan menjadi mualaf, mengubah namanya menjadi Abdul Rahman. Perjalanannya menuju Islam dimulai ketika Gould melakukan perjalanan ke Perth, Australia untuk menghadiri pemakaman saudara iparnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Bela Israel di Sidang Mahkamah Internasional, Jerman Dikritik Balik Kerap Lakukan Genosida

Dilansir di About Islam, Ahad (14/1/2024), ketika dia memesan hotel, dia melihat hotel itu berjarak 150 meter dari masjid utama Perth. Saat berjalan melewati masjid, dia merasakan panggilan untuk pergi dan mengunjunginya. Di sana, dia bertemu dengan imam yang memberinya salinan Alquran.   

“Selama bertahun-tahun, saya punya Alquran di rak buku saya, saya hampir tidak menyentuhnya. Tapi kali ini, saya kembali ke hotel dan Anda tahu saya bersujud dan bertanya kepada Tuhan; tunjukkan kebenaran mutlak, tunjukkan pada saya apakah Islam itu benar atau tidak. Saya berdoa beberapa saat sambil berlutut," kata dia.

Gould kemudian bersujud dan berdoa lalu duduk dan membaca Alquran. Dari sana kemudian dia  menyadari secara intuitif, intelektual, emosional, dan spiritual sesungguhnya Islam adalah firman Tuhan yang sebenarnya.

Kehidupan baru...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement