Ahad 07 Jan 2024 15:17 WIB

Mengapa Kita Harus Peduli dengan Perjuangan Palestina? Ini Deretan Jawabannya

Indonesia mempunyai hutang sejarah kepada Palestina

Warga Palestina memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Maghazi, Jalur Gaza Tengah.
Foto: AP Photo/Adel Hana
Warga Palestina memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Maghazi, Jalur Gaza Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pernah terdengar sebuah pertanyaan, mengapa sih kita dukung Palestina? Apa signifikansinya? 

Padahal kita bukan orang Palestina, apalagi kita juga lagi kesusahan. Padahal, jika kita mengetahuinya, ternyata bangsa Indonesia berhutang dukungan untuk Palestina. 

Baca Juga

Dukungan untuk kemerdekaan Indonesia dimulai dari Palestina dan Mesir, seperti dikutip dari buku 'Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri' yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M Zein Hassan Lc. 

Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh Hatta (Proklamator dan Wakil Presiden pertama RI), M Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan), dan Jenderal (Besar) AH Nasution. 

M Zein Hassan Lc Lt sebagai pelaku sejarah, dalam bukunya pada halaman 40, menjelaskan tentang peran serta, opini dan dukungan nyata Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk memutuskan sikap.

Baca juga: Suka Bangun Malam Hari Kemudian Ingin Tidur Lagi, Baca Doa Rasulullah SAW Ini

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia : ''.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan selamat' mufti besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia kedua) kepada Alam Islami, bertepatan 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian Al-Ahram yang terkenal telitinya juga menyiarkan.''

Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia, dan memberi dukungan penuh.  

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad Ali Taher.  

Beliau adalah seorang saudagar kaya...

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement