Ahad 24 Dec 2023 12:19 WIB

Israel Eksploitasi Genosida di Gaza demi Kuasai Masjid Al Aqsa

Polisi Israel menyerang warga Palestina yang akan sholat di Masjid Al Aqsa.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Ani Nursalikah
Jamaah Muslim Palestina yang dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa melaksanakan sholat Jumat di pinggir jalan Kota Tua Yerusalem dengan pengawasan pasukan zionis Israel, Jumat (10/11/2023).
Foto: AP Photo/Mahmoud illean
Jamaah Muslim Palestina yang dilarang memasuki Masjid Al-Aqsa melaksanakan sholat Jumat di pinggir jalan Kota Tua Yerusalem dengan pengawasan pasukan zionis Israel, Jumat (10/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Palestina menyebut pemerintah Israel pada Jumat (22/12/2023) mengeksploitasi kesibukan dunia dengan genosida Israel di Gaza untuk merebut kendali Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki.

"Israel mengeksploitasi keasyikan dengan perang genosida di Jalur Gaza dan menerapkan lebih banyak tindakan Yudaisasi terhadap Masjid Al-Aqsa,” katanya dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Anadolu Agency, Ahad (24/12/2023).

Baca Juga

Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk keras serangan pasukan Israel terhadap jamaah Palestina. Mengutuk keras pasukan Israel yang mencegah jamaah Palestina mencapai masjid. Kementerian Luar Negeri Palestina juga mengutuk serangan Israel terhadap jurnalis yang hadir di lokasi kejadian.

Pada Jumat (22/12/2023) pagi, polisi Israel menyerang warga Palestina di Yerusalem Timur setelah mencegah mereka mencapai Masjid Al Aqsa untuk sholat Jumat. Saksi mata mengatakan polisi Israel menembakkan bom suara dan gas air mata ke arah warga Palestina.​​​​​​​

 

Kontingen polisi Israel dalam jumlah besar dikerahkan di gerbang Kota Tua Yerusalem, dan pos pemeriksaan didirikan untuk mencegah jamaah Palestina lewat, dan hanya orang lanjut usia yang diizinkan menyeberang.

Sejak dimulainya konflik terbaru di Gaza pada 7 Oktober 2023, polisi Israel telah memberlakukan pembatasan ketat terhadap masuknya jamaah Palestina ke Masjid Al Aqsa, yang semakin ketat pada Jumat (22/12/2023).

Kelompok ekstrem pemukim Israel di Tepi Barat juga meningkatkan serangan terhadap warga Palestina, sebuah perkembangan yang dikecam oleh PBB dan sejumlah negara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement