Senin 11 Dec 2023 04:20 WIB

Ajarkan Bahasa Cina, Pesantren Nurul Jadid Begitu dikenal di Tiongkok

Pesantren Nurul Jadid mengembangan sekolah kejuruan.

Dr Diao Jiandong presiden Shandong Foreign Trade Vocational College dari Republik Rakyat Tiongkok mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Jadid di Paiton Probolinggo Jawa Timur.
Foto: Nurul Jadid
Dr Diao Jiandong presiden Shandong Foreign Trade Vocational College dari Republik Rakyat Tiongkok mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Jadid di Paiton Probolinggo Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kedatangan Dr Diao Jiandong, presiden Shandong Foreign Trade Vocational College dari Republik Rakyat Tiongkok ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, untuk melihat dari dekat pendidikan di lembaga  tersebut melengkapi penghargaan dari pihak luar untuk kesekian kalinya. Mr Diao didampingi oleh Mao Shiming, Gao Tengfei, Li Shujing, Lu Jiantong, Dong Quanxian  dan Qingdao. 

Pengajaran Bahasa Mandarin di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, dipandang berhasil karena banyak lulusannya yang diterima di negeri Tirai Bambu. 

Baca Juga

Li Shujing, Sekretris Jenderal dari Foreign Language Teaching Committee, Chinese Society for Technical and vocational Education, menegaskan bahwa para siswa Sekolah Menengah Atas Nurul Jadid (SMANJ) bidang bahasa memiliki peluang untuk melanjutkan jenjang pendidikan dengan pelbagai jurusan. 

Sebagai pondok yang dikenal berhasil mengembangkan bahasa negeri Tembok Besar, menurut Syamsul, guru bahasa Mandarin, ini tidak bisa dilepaskan dari lulusan SMANJ yang diterima di banyak universitas di Tiongkok, seperti Universitas Hua Qioa, Universitas Zhejiang, Xiamen University, Universitas Teknologi Zhejiang (UTZ), dan lain-lain. 

Sementara dalam sambutan Rektor Universitas Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid, menyambut baik kerja sama yang akan dirintis mengingat Ponpes Nurul Jadid senantiasa menjalin hubungan dengan pelbagai lembaga dalam pelbagai bidang, yang diharapkan memiliki dampak yang baik bagi kedua institusi. Kegiatan yang bisa dilakukan adalah pertukaran mahasiswa dan dosen serta kebudayaan. 

Sebelumnya, Diao menyatakan terima kasih atas sambutan yang hangat dari pondok pesantren. Ia berharap agar kehadirannya bisa mewujudkan persetujuan yang telah dimeterai dalam Memorandum of Undestanding (MoU) seraya menawarkan beberapa program seperti magang di banyak industri, di mana lulusan dari pendidikan tinggi ini telah berhasil dalam bidang impor, ekspor dan bisnis. Tamu yang mengiringi Mr Diao adalah para lulusan SFTC yang menjadi CEO di banyak perusahaan. 

SFTC adalah sebuah perguruan tinggi di Shandong, Tiongkok. Lembaga ini memfokuskan pada pendidikan vokasional di bidang perdaganan luar negeri dan bisnis internasional. Tujuan utamanya adalah mempersiapkan lulusannya dengan keterampilan praktis dan teoretis yang diperlukan untuk berkarir di perdagangan antarnegara. 

Sekolah kami bertujuan untuk melatih mahasiswa agar sikap terjun langsung ke dunia kerja setelah lulus atau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sesuai dengan minat mereka, jelas Diao. Secara berseloroh ia menyatakan bahwa SFTC ingin melahirkan bos dan orang yang memiliki banyak uang. Pernyataan ini memantik tawa hadirin dalam pertemuan tersebut. 

Dalam kesempatan ini, para siswa yang mengambil kelas Mandarin turut hadir untuk menanyakan apa yang diperlukan mereka setelah lulus dari sekolah. Akhirnya, rombongan mengakhiri lawatannya dengan mengunjung SMANJ putri yang juga mengambil jurusan bahasa Tiongkok. Diao sempat berbincang dengan mereka dengan menggunakan bahasa Mandarin. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement