Jumat 01 Dec 2023 21:11 WIB

Pesantren Berperan Besar Bangun Bangsa

Pesantren memiliki potensi besar untuk perintisan dan pengembangan industri halal.

Sejumlah santri menunjukkan susu kemasan saat gerakan makan siang dan minum susu di Pondok Pesantren Assaidiyah, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (29/11/2023). Gerakan makan siang dan minum susu bersama ratusan santri dan relawan Prabowo-Gibran itu sebagai upaya pemenuhan gizi sehingga mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Sejumlah santri menunjukkan susu kemasan saat gerakan makan siang dan minum susu di Pondok Pesantren Assaidiyah, Mejobo, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (29/11/2023). Gerakan makan siang dan minum susu bersama ratusan santri dan relawan Prabowo-Gibran itu sebagai upaya pemenuhan gizi sehingga mendukung visi Indonesia Emas 2045.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD mengatakan pesantren punya peran besar dalam membangun bangsa dan saat ini pesantren tidak lagi dipandang sebelah mata seperti dulu.

Mahfud mengatakan lulusan pesantren kini sudah banyak tersebar sebagai pejabat di kementerian dan berbagai lembaga Pemerintahan.

Baca Juga

"Dulu pesantren dianggap kumuh, paling jadi guru madrasah, Kementerian Agama. Sekarang di Kementerian Luar Negeri, dan di manapun sudah banyak," kata Mahfud saat berkunjung ke Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar Linahdlatil Ulama (Malnu) Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat.

Kedatangan Mahfud disambut oleh Pimpinan Perguruan Malnu KH. Tb Hamdi Ma'ani dan mantan Gubernur Banten Rano Karno. Ratusan santri dan jama'ah juga menyambut tokoh yang dikenal dengan integritasnya ini.

 

Dalam orasi kebangsaannya, Mahfud menekankan pentingnya peran pesantren diperkuat dalam pembangunan bangsa.

"Alhamdulillah kita pastikan bahwa pesantren akan diberi tempat yang proporsional sesuai dengan peran dan fungsinya bagi pembangunan Bangsa," kata Mahfud.

Dia akan berusaha meneruskan kemajuan pesantren dengan program-program yang telah dibuat pemerintah. Salah satunya bantuan subsidi untuk lembaga pendidikan Islam. Seperti bantuan gedung, laboratorium dan sebagainya. Sehingga, alumni-alumni pesantren siap meraih karir di berbagai bidang, di pemerintahan, sosial, politik, keagamaan dan sebagainya.

Mahfud juga mengatakan kedatangan dirinya ke Pandeglang untuk menyampaikan pesan persaudaraan. Sebab, semua umat wajib dapat perlindungan yang sama berdasarkan konstitusi.

Pesan ini harus terus didengungkan jelang Pemilu 2024, seraya mengajak umat Islam agar merawat demokrasi. Dia tak ingin secara langsung mengajak memilih Capres-Cawapres tertentu, termasuk dirinya.

"Saya tidak akan menyarankan, menyuruh, pilih siapa. Saudara nilai semua calon yang ada. Memang kebetulan saya menjadi salah satu calon. Silakan bandingkan, kalau enggak ya sudah nggak apa-apa," tutur Mahfud amat bijak.

Ditegaskan, sesuai dengan fiqih politik negara, rakyat harus memilih wakil dan pemimpin yang bisa dipercaya. Pilihan rakyat jangan karena ada tekanan.

"Jangan karena ditekan oleh Koramil, Polres, Kodim. Kalau ditekan iya-iya aja tapi pas nyoblos, nyoblos yang bisa dipercaya. Boleh saya bicara begitu? Boleh karena ini adalah masa kampanye. Tapi saya kampanye tentang kejujuran bukan mengampanyekan tentang diri saya," tegasnya.

Pengasuh Ponpes Malnu Menes KH Tb Hamdi Maani bersyukur Mahfud MD datang ke pesantrennya. Tb Hamdi menegaskan, Mahfud datang ke Malnu karena memang warga NU.

"Bersilaturahim ke Malnu sekaligus napak tilas. Mengikuti jejak gurunya petinggi NU. Pak Mahfud sirami warga kami wawasan kebangsaan supaya betul-betul menjaga NKRI. Sejarah mengatakan Indonesia tidak akan merdeka kalau tidak ada ulama," pintanya.

Usai dari Ponpes Malnu, Mahfud melanjutkan kunjungan ke sentra UMKM pembuatan emping, sebelum bertolak mengunjungi DPC PPP Kabupaten Lebak.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement