Kamis 19 Mar 2026 22:38 WIB

Takbiran Lebaran Bertepatan Nyepi, MUI Imbau Umat Islam Jaga Toleransi di Bali

Takbiran di Bali diimbau tak menggunakan pengeras suara.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Kamis (31/12/2025). Kegiatan Dzikir Nasional Republika kali ini mengangkat tema Demi Masa, Semoga Kita Bukan Termasuk Orang yang Merugi.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Wakil Ketua MUI, KH Cholil Nafis menyampaikan tausiyah dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Kamis (31/12/2025). Kegiatan Dzikir Nasional Republika kali ini mengangkat tema Demi Masa, Semoga Kita Bukan Termasuk Orang yang Merugi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis mengimbau umat Islam untuk menjaga sikap toleransi saat menggelar takbiran yang bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu di Bali.

Menurut dia, Indonesia sebagai negara yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan ruang bagi seluruh pemeluk agama untuk menjalankan ibadahnya masing-masing. Karena itu, penting bagi setiap umat untuk saling menghormati.

Baca Juga

Nah bagi saudara-saudara yang melakukan Nyepi, kita Muslim tidak boleh mengganggu,” ujar Kiai Cholil saat ditemui usai konferensi pers Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H di Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026) malam.

Ia menjelaskan, umat Islam tetap dapat mengumandangkan takbir dalam menyambut Idul Fitri. Namun, pelaksanaannya perlu disesuaikan agar tidak mengganggu umat Hindu yang sedang menjalankan Catur Brata Penyepian.

photo
Suasana Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai lengang saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026). Berbagai titik kawasan pariwisata, ruas jalan dan objek vital di seluruh wilayah Bali yang ramai pada hari biasa terpantau lengang pada Hari Raya Nyepi saat umat Hindu menjalani catur brata penyepian selama 24 jam hingga Jumat (20/3) pukul 06.00 WITA. - (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

“Teman-teman kita yang mau takbir, silakan takbir, tapi tidak pakai pengeras yang kuat, sehingga tidak mengganggu pada saudara-saudara kita yang melakukan Nyepi,”jelas dia.

Pengasuh Ponpes Cendikia Amanah Depok ini juga menekankan pentingnya dialog dan komunikasi antarumat beragama agar kedua ibadah dapat berjalan dengan nyaman dan khusyuk.

“Bisa dilakukan dengan dialog, dilakukan dengan yang baik, sehingga bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman, maksimal, di Indonesia yang ramai dan sejahtera,” katanya.

Diketahui, sebagian umat Islam di Bali mulai menggelar takbiran pada Kamis (19/3/2026) malam, yang bertepatan dengan pelaksanaan Nyepi oleh umat Hindu. Kondisi ini menuntut adanya sikap saling pengertian dan penghormatan antarumat beragama.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement