Jumat 01 Dec 2023 17:28 WIB

Berbekal Klaim Sejarah, Tentara Zionis Israel Ubah Bangunan Gaza Jadi Sinagoge

Israel kembali melakukan serangan di tengah ganjatan senjata.

Rep: Mabruroh, Amri Amrullah/ Red: Nashih Nashrullah
Gaza kembali membara setalah genjatan senjata dilanggar, Jumat (1/12/2023)
Foto: AP Photo/Ariel Schalit
Gaza kembali membara setalah genjatan senjata dilanggar, Jumat (1/12/2023)

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Tentara Israel telah mengubah sebuah bangunan Palestina menjadi sinagog Yahudi selama operasi darat mereka di Gaza utara.

The Jerusalem Post mengatakan bahwa tentara Israel telah mendirikan sinagoge di jantung Jalur Gaza selama invasi darat.

Baca Juga

Surat kabar tersebut tidak memerinci lokasi bangunan yang diubah tetapi menerbitkan foto pintu masuknya, yang dilengkapi dengan tanda besar bertuliskan “Kuil Abraham.”

Foto-foto lain menunjukkan interior dengan kursi dan meja dengan buku-buku agama Yahudi di atasnya.

 

“Para prajurit mengubah salah satu bangunan menjadi tempat mereka berdoa. Mereka menambahkan bangku dan meja untuk meletakkan buku doa mereka,” kata laporan itu, dilansir dari Anadolu Agency, Jumat (1/12/2023).

“Menurut dokumentasi kantor pers pemerintah, sinagog tersebut diberi nama Kuil Abraham dan di dalamnya terdapat tanda yang menunjukkan waktu ritual, yang diperbarui setiap hari,” katanya.

Pada awal November, tentara IDF berdoa di sinagoge abad ke-6 di Gaza, pertama kalinya dalam hampir dua dekade orang Yahudi diizinkan beribadah di situs suci ini.

“Sinagog kuno di Gaza, yang dibangun pada 508 M selama periode Bizantium, digali pada 1965,” kata laporan itu.

“Terletak di kota pelabuhan Gaza yang dulunya ramai, yang pada saat itu dikenal sebagai 'Maiuma' atau El Mineh (pelabuhan), situs bersejarah ini kini berada di Distrik Rimal Kota Gaza.”

Namun, tampaknya sinagoge yang didirikan oleh tentara Israel berada di gedung yang berbeda dari tempat mereka melakukan ritual pada awal November, menurut laporan tersebut.

Sementara itu, Israel melanjutkan operasi tempur melawan Hamas di Gaza pada hari Jumat (1/12/2023) setelah tentara pendudukan ini menuduh kelompok pejuang Palestina Hamas, menembakkan roket ke Israel dan mengingkari kesepakatan untuk membebaskan semua wanita yang disandera. Sementara Hamas menilai Israellah yang melanggar kesepakatan gencatan senjata sementara.

Baca Juga: Raksasa Bank Riba Yahudi-Jerman Rothschild yang Kuasai Dunia dan Isyarat Alquran

Satu jam sebelum gencatan senjata berakhir pada pukul 07.00 pagi (05.00 GMT), Israel mengatakan bahwa mereka mencegat sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza. Tidak ada komentar langsung dari Hamas atau klaim tanggung jawab atas peluncuran tersebut.

"Dengan kembalinya pertempuran, kami tegaskan, Pemerintah Israel berkomitmen untuk mencapai tujuan perang - untuk membebaskan sandera kami, untuk menghabisi Hamas, dan untuk memastikan bahwa Gaza tidak akan pernah menjadi ancaman bagi penduduk Israel," kata kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement