Senin 27 Nov 2023 20:54 WIB

Respons Keterbatasan Muslim di Slovakia, Wapres Ajak Tampilkan Islam yang Moderat

Wapres Maruf Amin mengunjungi sejumlah komunitas Muslim di Slovakia.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Erdy Nasrul
Wakil Presiden KH Maruf Amin dalam acara Dialog Lintas Agama di Slovakia dengan sejumlah pemuka agama di Bratislava, Senin (27/11/2023).
Foto: Republika/ Fauziah Mursid
Wakil Presiden KH Maruf Amin dalam acara Dialog Lintas Agama di Slovakia dengan sejumlah pemuka agama di Bratislava, Senin (27/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BRATISLAVA--Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengajak untuk menampilkan Islam sebagai agama yang ramah, toleran, rahmat, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia di tengah keterbatasan muslim di Eropa Timur. Hal ini disampaikannya saat berdialog dengan Islamic Foundation dan Pebisnis Halal di Slovakia, pada Ahad (26/11/2023).

Ilmuwan Politik dari Universitas Ss. Cyril dan Methodius di Slovakia yang juga seorang muslim Jozef Lenc menyampaikan kepada Wapres terkait kondisi muslim di Slovakia yang mengalami keterbatasan dan kerap menjadi target Islamofobia terutama pada masa-masa kampanye politik.

Baca Juga

"Saya kira memang harus secara intensif menjelaskan bahwa Islam dan terorisme itu sesuaatu yang tidak terkait, terorisme itu bisa di mana saja terjadi dan Islam adalah agama yang adil, agama yang toleran, agama yang rahmat, agama yang membawa maslahat," ujar Wapres dikutip dalam keterangannya, Senin (27/11/2023).

Wapres juga menilai perlunya terus menampilkan wajah Islam yang ramah dan damai untuk menghadapi fenomena ekstrimisme, radikalisme dan islamophobia. Menurutnya, perlu dijelaskan jika Islam bukanlah agama kekerasan.

 

"Kekerasan itu Islam, itu bukan Islam. Ini barangkali yang perlu dijelaskan bahwa tidak ada kesamaan antara Islam dan terorisme," ujarnya.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini pun mendorong terus dilakukannya dialog antara agama untuk menyebarluaskan wajah Islam sebenarnya kepada masyarakat luas. Tak hanya itu, dia juga menyosialisasikan konsep Islam wasathiyah atau moderat untuk mewujudkan Islam yang maju, toleran dan damai di Slovakia.

"Ekspresi keagamaan yang berlebihan (tatharruf, ifrathy) dapat melahirkan fenomena ekstremisme dan tindak kekerasan atas nama agama, yang memantik munculnya Islamophobia," ujar Kiai Ma'ruf.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement