Ahad 19 Nov 2023 21:31 WIB

Masih Ingat Pembunuhan Sadis 1 Keluarga Muslim di Kanada? Ini Hukuman untuk Pelakunya

Pelaku serangan 1 keluarga Muslim di Kanada terancam hukuman mati.

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Anggota Selamati meletakkan bunga tanda berduka di lokasi penabrakan keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, 7 Juni 2021. Polisi mengatakan serangan tersebut merupakan kejahatan kebencian anti-Islam.
Foto: REUTERS/Carlos Osorio
Anggota Selamati meletakkan bunga tanda berduka di lokasi penabrakan keluarga Muslim di London, Ontario, Kanada, 7 Juni 2021. Polisi mengatakan serangan tersebut merupakan kejahatan kebencian anti-Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, OTTAWA — Seorang pria Kanada yang menggunakan truknya untuk menabrak keluarga Muslim, dinyatakan bersalah pada Kamis (16/11/2023), dalam persidangan pembunuhan pertama Kanada, di mana hakim diminta untuk mempertimbangkan motif terorisme terkait dengan supremasi kulit putih.

Nathaniel Veltman (22) dihukum karena empat tuduhan tingkat pertama atau pembunuhan berencana, dan satu tuduhan percobaan pembunuhan. Dia menghadapi hukuman penjara seumur hidup ketika dijatuhi hukuman. 

Baca Juga

Dalam persidangan, Nathaniel Veltman mengakui menyerang keluarga Afzaal dengan truk pick-upnya pada Juni 2021 di London, Ontario, yang menyebabkan tiga generasi keluarga tewas dan seorang anak laki-laki menjadi yatim piatu. 

Penuntut berpendapat di persidangan bahwa dia termotivasi oleh ideologi supremasi kulit putih dan berusaha untuk mengintimidasi atau meneror Muslim. 

Pembela mengatakan, dia menderita penurunan mental yang, bagaimanapun, tidak memenuhi persyaratan untuk permohonan kegilaan dan berada dalam "keadaan kebingungan ekstrem" setelah mengonsumsi jamur psilocybin halusinogen akhir pekan itu. 

"Keputusan hari ini adalah langkah monumental dalam perang melawan kebencian dan Islamofobia," kata Imam Abdul Fattah Twakkal di luar gedung pengadilan, dilansir dari Arab News, Jumat (17/11/2023). 

"Itu menetapkan preseden melawan terorisme nasionalis kulit putih," katanya. "Itu mengirimkan pesan yang jelas bahwa kebencian seperti itu tidak memiliki tempat di masyarakat kita,” kata Twakkal. 

Tetapi dia menambahkan, bukti yang keluar dari persidangan ini menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa pemuda radikal berikutnya tidak ada di luar sana. 

Tabinda Bukhari, ibu dari salah satu korban dewasa, mengatakan, kehilangan abadi, trauma, dan kekosongan yang tak tergantikan yang ditinggalkan oleh hilangnya beberapa generasi dari satu keluarga telah menusuk kami secara mendalam. Putusan hakim, memberikan beberapa penghiburan. 

Baca juga: Sungai Eufrat Mengering Tanda Kiamat, Bagaimana dengan Gunung Emasnya?

Hakim dalam persidangan hampir 10 pekan mendengar Veltman telah menulis "manifesto teroris," ditemukan di komputernya, di mana dia mendukung nasionalisme kulit putih dan menggambarkan kebenciannya terhadap Muslim. 

Dia berpakaian seperti tentara, mengenakan pelindung tubuh dan helm, dengan kaos tentara salib dengan salib merah, kata jaksa Fraser Ball dalam argumen penutup awal pekan ini. "Dia sedang memburu Muslim untuk dibunuh," kata Jaksa. 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement