Selasa 17 Oct 2023 16:32 WIB

Istighatsah dan Doa Bersama Digelar di Bandung demi Pemilu Kondusif

Tahapan pemilu mulai dilaksanakan pada 19 Oktober 2023.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ani Nursalikah
Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Bandung bersama tokoh masyarakat dan ulama melaksanakan istighosah dan doa bersama di Halaman Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/10/2023).
Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Bandung bersama tokoh masyarakat dan ulama melaksanakan istighosah dan doa bersama di Halaman Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Bandung bersama tokoh masyarakat dan ulama melaksanakan istighatsah dan doa bersama di Halaman Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/10/2023). Mereka berdoa agar penyelenggaraan pemilu tahun 2024 berlangsung lancar dari awal hingga selesai.

"Jajaran Forkopimda melakukan istighatsah dan doa bersama bersama KPU dan Bawaslu bersama tokoh masyarakat berdoa bersama agar pemilu berjalan aman mulai dari tahapan pemilu sampai selesai," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono, Selasa (17/10/2023).

Baca Juga

Selain diharapkan berjalan kondusif, ia mengatakan pemilu diharapkan mendapatkan dukungan dari masyarakat Kota Bandung. Tahapan pemilu mulai dilaksanakan pada 19 Oktober bersama Operasi Mantap Brata Lodaya.

"Kita berdoa kondusif, Insya Allah kondusif," kata dia.

 

Budi pun menyoroti potensi bermunculan hoaks selama pemilu tahun 2024, ia meminta masyarakat jangan lekas percaya terhadap informasi yang didapatkan. Mereka dapat mengonfirmasi informasi tertentu kepada pihak terkait.

"Yang pasti untuk masyarakat Bandung jangan percaya hoaks. Silakan konfirmasi ke aparat setempat jika ada berita yang tidak jelas," kata dia.

Penjabat Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono berharap pelaksanaan pemilu berjalan lancar dan kondusif. Ia pun mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga netralitas selama pemilu.

"Itu (netralitas) suatu keharusan saya minta ASN di Kota Bandung menjaga netralitas, kalau melanggar ada ketentuannya," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement