Sabtu 14 Oct 2023 12:59 WIB

Muslim Amerika Kecam Biden yang Dukung Israel, Minta Perang Diakhiri

Kelompok HAM mengatakan Israel menerapkan sistem apartheid terhadap warga Palestina.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Pendukung Palestina melakukan aksi long march mengecam penyerangan Israel di wilayah Palestina di Chicago, AS, Kamis,(12/10/2023)WIB.
Foto: John J. Kim/Chicago Tribune via AP
Pendukung Palestina melakukan aksi long march mengecam penyerangan Israel di wilayah Palestina di Chicago, AS, Kamis,(12/10/2023)WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON DC -- Para pembela hak-hak Arab, Muslim dan Palestina di Amerika Serikat mengecam dukungan tanpa syarat Washington terhadap perang Israel di Gaza. Mereka mengecam dehumanisasi warga Palestina yang dilakukan oleh media dan politikus.

Pada kegiatan konferensi pers Jumat (13/10/2023), perwakilan dari beberapa kelompok advokasi juga menyuarakan kekhawatiran tentang kemungkinan terjadinya insiden kebencian terhadap orang Arab dan Muslim Amerika.

Baca Juga

Direktur eksekutif Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) Nihad Awad mengecam Presiden Joe Biden. Ia menuduhnya gagal mengakui kemanusiaan orang Palestina.

"Anda tidak membantu. Anda sebenarnya memberikan lampu hijau kepada Israel untuk melakukan genosida, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," ujar dia, seolah-olah berbicara kepada Biden, dikutip di Aljazirah, Sabtu (14/10/2023)

Ia juga menyebut jika Biden mengecewakan mereka sebagai warga negara Amerika, mengecewakan mereka sebagai warga Palestina. Bahkan, Biden juga disebut mengecewakan komunitas dunia.

Biden, yang menyebut dirinya seorang Zionis, secara konsisten menyuarakan dukungannya terhadap Israel. Dalam pidatonya minggu ini, ia bahkan berjanji memastikan Israel memiliki kebutuhan militer untuk mempertahankan diri, serta hampir tidak menyebutkan warga sipil Palestina yang dibombardir di Gaza.

“Kami menyerukan kepada Anda, Tuan Presiden, untuk mengakhiri kekerasan ini. Anda memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mencegah terjadinya kejahatan massal dan genosida,” kata Awad.

Selanjutnya...

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement