Sabtu 14 Oct 2023 04:24 WIB

Pengusaha Muslim Ingin Belajar Tasawuf dengan KH Mudjib Musta'in

Tasawuf dapat menenangkan hati.

Rep: Muhyiddin/ Red: Erdy Nasrul
Mantan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi melakukan silaturrahim dengan Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiah (TQN), KH Mudjib Musta’in (baju hitam) di Pesantren Darul Ulum Agung Malang, Jumat (13/10/2023).
Foto: Republika/Muhyiddin
Mantan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi melakukan silaturrahim dengan Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiah (TQN), KH Mudjib Musta’in (baju hitam) di Pesantren Darul Ulum Agung Malang, Jumat (13/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pengusaha muslim sekaligus Mantan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi melakukan silaturrahim dengan Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiah (TQN), KH Mudjib Musta’in. Dia sowan ke Kiai Mudjib untuk belajar tentang banyak hal, termasuk tasawuf.

"Saya mau belajar sama yai, belajar tasawuf," ujar Lutfi saat berbincang dengan Kiai Mudjib di Pondok Pesantren Darul Ulum Agung Malang, Jumat (13/10/2023).

Baca Juga

Kiai Mudjib memang dikenal sebagai kiai yang memiliki concern terhadap ilmu tasawuf. Ia mempelajari tarekat dari ayahnya langsung, KH Musta’in Romly, yang merupakan ulama karismatik asal Jombang dan pendiri Universitas Darul Ulum.

Lutfi dan rombongannya tiba di pesantren ini sekitar pukul 14.16 WIB. Mereka langsung disambut Kiai Mudjib dan diajak langsung untuk melihat mobil-mobil klasik yang dikoleksi di pesantren. 

Rombongan Lutfi juga kaget saat melihat ada empat santri yang sedang latihan mengendarai motor Off-Road di belakang komplek pesantren. Mereka adalah santri-santri croser muda yang biasa diutus Kiai Mudjib untuk mengikuti event Motocross di Indonesia. 

Pesantren yang diasuh Kiai Mujdib ini memang terkenal memiliki kegiatan ekstrakurikuler motocross. Olahraga ini diperbolehkan untuk mengembangkan motorik, mental dan skill para santri.

Kepada Lutfi dan rombongannya, Kiai Mudjib mengakui bahwa dirinya memang tidak hanya memperhatikan pendidikan agama para santri saja, tapi juga memikirkan agar para santri mampu memiliki skill khusus.

"Tapi waktunya ngaji ya ngaji," ucap Kiai Mudjib.

Meskipun santrinya tidak sampai ribuan, Gus Mudjib mendidik para santri berangkat dari latar belakang tasawuf. Dia juga selalu menanamkan akhlakul karimah kepada para santrinya.

"Kita gak terlalu banyak, santri itu total ada 184," kata Kiai Mudjib.

Kunjungan Lutfi ke pesantren ini merupakan rangkaian safarinya ke beberapa pesantren di Jawa Timur. Setelah dari Pesantren Darul Ulum Agung, Lutfi melanjutkan silaturrahminya ke Prof KH Asep Saifuddin Chalim, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement