Kamis 28 Sep 2023 08:48 WIB

Negara-Negara Arab yang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW banyak dirayakan umat Islam

Rep: Mabruroh, Zahrotul Oktaviani / Red: Nashih Nashrullah
Nabi Muhammad (ilustrasi). Maulid Nabi Muhammad SAW banyak dirayakan umat Islam
Foto: Dok Republika
Nabi Muhammad (ilustrasi). Maulid Nabi Muhammad SAW banyak dirayakan umat Islam

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad tahun ini di seluruh dunia Muslim, akan diperingati pada hari Rabu 27 September. Banyak negara dengan populasi mayoritas Muslim, akan merayakan Milad Nabi Muhammad SAW bahkan menjadikan sebagai hari libur nasional. 

Dilansir dari New Arab, pada Rabu (27/9/2023), peringatan Maulid Nabi kerap dirayakan karena dianggap sebagai peristiwa penting, yang memperingati kehidupan dan warisan tokoh terpenting dalam agama Islam. 

Baca Juga

Ulang Tahun Nabi, atau Maulid Al-Nabawi, secara tradisional dirayakan Muslim Sunni pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal, atau bulan ketiga dalam kalender Hijriyah.  

Tahun Hijriyah adalah bulan, dengan bulan-bulan dimulai ketika bulan sabit pertama muncul atau bulan baru terlihat. Kalender Hijriyah dan Masehi terjadi perbedaan antara 11 hingga 12 lebih pendek dari kalender Masehi.

 

Perayaan Ulang Tahun Nabi dapat ditelusuri kembali ke tulisan Jamal Al-Dib ibn al-Ma’mun yang meninggal 587 AH/1192 M. 

Tercatat bahwa pada abad ke-11 Masehi, perayaan ulang tahun Nabi telah mendapatkan popularitas di Mesir dan pada abad ke-12, dianut oleh orang-orang di daerah lain seperti Turki, Maroko, Suriah, dan Spanyol. 

Saat ini, ada berbagai bentuk peringatan. Kelompok sufi di Mesir memasuki beberapa masjid paling terkenal di negara itu untuk melakukan apa yang dikenal sebagai Halaqat al-Dhikr atau lingkaran peringatan. 

Dalam lingkaran-lingkaran ini, para sufi melafalkan puisi-puisi agama dan Suriah untuk memuji Tuhan dan Nabi Muhammad SAW. 

Sejumlah negara-negara Teluk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menetapkan hari libur selama beberapa hari. Di Oman, Departemen Tenaga Kerja mengumumkan hari libur panjang selama lima hari untuk Hari Kelahiran Nabi SAW dan Hari Nasional. Selain di Oman, Uni Emirat Arab (UEA) juga mengumumkan hari libur nasional dalam rangka memperingati Maulid Nabi SAW.

Baca juga: Temuan Peneliti Amerika Serikat dan NASA Ini Buktikan Kebenaran Alquran tentang Kaum Ad

Tak hanya di negara-negara Timur Tengah. Komunitas Muslim di sejumlah negara Eropa juga merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di  Kota Derby Inggris misalnya Kegiatan rutin tersebut diselenggarakan oleh kelompok nirlaba Islam, As-Siraat.

Umat Muslim yang terlibat berkumpul di St Peter’s Street, Derby, Inggris, pada Sabtu (23/9/2023) kemarin. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari inisiatif nasional yang diadakan setiap tahun, pada September atau Oktober.

Tujuan agenda ini adalah untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang agama Islam. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement