Kamis 28 Sep 2023 08:42 WIB

Zakat Goes to Campus UGM Bahas Kontribusi Zakat Wujudkan SDGs di DIY

Zakat memainkan peran yang signifikan dalam mendukung pencapaian tujuan-tujuan SDGs.

Gelaran Zakat goes to Campus di Masjid Kampus UGM, Rabu (27/9/2023) membahas kontribusi zakat sebagai instrumen penting dalam mewujudkan SDGs di DIY.
Foto: FOZ
Gelaran Zakat goes to Campus di Masjid Kampus UGM, Rabu (27/9/2023) membahas kontribusi zakat sebagai instrumen penting dalam mewujudkan SDGs di DIY.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gelaran Zakat goes to Campus di Masjid Kampus UGM, Rabu (27/9/2023) membahas kontribusi zakat sebagai instrumen penting dalam mewujudkan SDGs di DIY. 

Pengurus Forum Zakat Nasional Galeh Pujonegoro, mengatakan zakat memainkan peran yang signifikan dalam mendukung pencapaian tujuan-tujuan SDGs di DIY, membantu masyarakat dalam mencapai pembangunan berkelanjutan secara holistik. 

Baca Juga

"Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu provinsi di Indonesia yang peran sebagai pusat pendidikan, seni, dan pariwisata, yang mana memiliki pangsa penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Namun, dengan kekayaan ini juga datang berbagai tantangan, seperti kemiskinan, akses terbatas terhadap layanan pendidikan dan kesehatan, serta isu-isu lingkungan yang mendesak," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (28/9/2023). 

Ia menambahkan, hal ini memerlukan dukungan dari semua pihak dan kerja kolaboratif baik antar lembaga anggota Forum Zakat maupun stakeholder terkait seperti mahasiswa, akademisi, media, pemerintah, dan lainnya. 

photo
Gelaran Zakat goes to Campus di Masjid Kampus UGM, Rabu (27/9/2023) membahas kontribusi zakat sebagai instrumen penting dalam mewujudkan SDGs di DIY. - (FOZ)

 

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, H Nurhuda, SAg, MSI mengatakan forum ini sangat berbanding lurus dengan program kemenag. "Terima kasih, atas penyelenggaraan acara ini. Kami berharap dapat memberikan motivasi dan masukan dalam pengelolaan zakat," kata dia dalam sambutannya. 

Sementara, Redaktur Pelaksana Harian Jogja, Budi Cahyana memaparkan, PR yang besar di DIY yaitu kemiskinan dan ketimpangan. "Konsep pengentasan kemiskinan berupa pembangunan negara yaitu SDGs telah dimatangkan yang  menyasar kepada kelompok rentan seperti lansia, maka harapannya hal ini bisa diselesaikan dengan zakat," katanya.

Senada, Ketua Baznas Provinsi DIY, Dra Puji Astuti, M.Si menyampaikan zakat sangat berpotensi menyelesaikan permasalahan kemiskinan, serta mewujudkan SDGs. "Ada dua macam bantuan yaitu yang bersift konsumtif dan produktif. Baznas sudah membantu dalam bentuk logistik dan dalam bentuk uang per 3 bulan sekali," ujarnya. 

Hal ini turut diamini Ketua Forum Zakat Wilayah DIY, Warnitis, S Hut, ia mengatakan zakat bila dikelola dengan baik bisa berdampak besar, implementasi dana zakat di komunitas bisa merubah pola pikir, seorang ibu rumah tangga bisa menjadi memiliki peran lebih karena diberdayakan oleh program zakat. "Dalam perjalanannya pasti ada kendala, keterbukaan peta dan data miskin bisa digarap bersama bisa jadi daya dukung untuk pembangunan masyarakat," jelasnya. 

Zakat goes to Campus chapter Yogyakarta berlangsung selama hari, Selasa-Rabu (226-27/9/2023) di Masjid UGM, dengan diikuti oleh lembaga anggota Forum Zakat wilayah DIY, dan ratusan mahasiswa di wilayah Yogyakarta. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement