Jumat 08 Sep 2023 16:34 WIB

Kiai Said Yakin Masih Banyak Teroris di BUMN, Jangan Kecolongan Lagi

Kiai Said meminta semua pihak untuk antisipasi terorisme di BN

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Ketua Umum LPOI-LPOK, Prof KH Said Aqil Siroj saat berpidato dalam acara Konsolidasi Kebangsaan di Hotel Royal Kuningan Jakarta, Jumat (8/9/2023).
Foto: Republika/Muhyiddin
Ketua Umum LPOI-LPOK, Prof KH Said Aqil Siroj saat berpidato dalam acara Konsolidasi Kebangsaan di Hotel Royal Kuningan Jakarta, Jumat (8/9/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (Komut KAI), Prof KH Said Aqil Siroj mengaku kaget dengan adanya penangkapan karyawan KAI yang menjadi teroris beberapa waktu lalu. Dia pun yakin masih banyak pegawai BUMN yang masuk jaringan terorisme.  

"Benih-benih radikal intoleran sedang menguat, mengoyak kebinekaan dan saya sebagai Komut KAI kaget betul, eh ternyata di KAI ada teroris. Kita kecolongan betul," ujar Kiai Said saat berpidato dalam acara “Konsolidasi Kebangsaan" di Hotel Royal Kuningan Jakarta, Jumat (8/9/2023).  

Baca Juga

Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) ini mengatakan, penampilan pegawai itu tidak mencurigakan sama sekali bahkan, tidak berjenggot seperti teroris kebanyakan.  

"Tampangnya tidak mencurigakan, ganteng. Tidak berjenggot, jenggot enggak, jidat enggak hitam, biasa. Petugas langsir di stasiun Jakarta Kota, ternyata teroris," ucap Kiai Said.  

 

Dia pun yakin di perusahan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih banyak jaringan teroris. "Saya yakin masih ada di beberapa BUMN. Masih ada, masih banyak lah. Jangan selalu beralasan kecolongan terus Pak Rycko (Kepala BNPT). Masa kecolongan terus. Kecolongan lagi, kecolongan lagi, masa kecolongan terus terusan," kata mantan Ketum PBNU ini.  

Baca juga: Bagaimana Laut Merah Bisa Terbelah oleh Tongkat Nabi Musa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Karena itu, menurut dia, kedepannya penjaringan pegawai di BUMN harus diperketat. Sejak proses rekrutmen, menurut dia, harus diuji betul komitmennya terhadap bangsa ini. 

"Sejak skrining harusnya sudah, di rekrutmen pegawai. BUMN terutama. Harus betul-betul di samping kapasitas dan skill, juga integritas anti kekerasan dan radikalisme," kata Kiai Said. 

Baca juga: 15 Pengakuan Orientalis Non-Muslim Ini Tegaskan Alquran Murni tak Ada Kesalahan

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang pria di Bulak Sentul, Harapan Jaya, Bekasi Utara. 

Juru bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan, tersangka dugaan tindak pidana teroris yang ditangkap di Bekasi Utara itu, DE merupakan pegawai BUMN di PT KAI. DE ditangkap penyidik Densus 88 Antiteror Polri pada Senin (14/9/2023) pukul 12.17 WIB. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement