Selasa 05 Sep 2023 17:04 WIB

FPAG Selenggarakan Uji Kompetensi Nazhir Wakaf di Pondok Modern Tazakka

FPAG berkomitmen menjadikan wakaf sebagai gaya hidup.

Kegiatan sertifikasi nazhir wakaf di Pesantren Tazakka Bandar Batang Jawa Tengah
Foto: Erdy
Kegiatan sertifikasi nazhir wakaf di Pesantren Tazakka Bandar Batang Jawa Tengah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) menyelenggarakan sertifikasi nazhir wakaf di Pondok Modern Tazakka, Bandar, Batang, Jawa Tengah pada 29-30 Agustus 2023. Peserta program tersebut adalah kiai dan utusan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

FPAG merupakan forum yang menjadi naungan lebih dari 1.500 pesantren alumni Gontor. Forum tersebut menggiatkan program kurikulum muadalah dan silaturahim para kiai dan ulama pesantren.

Baca Juga

Acara sertifikasi nazir dilaksanakan secara online dan offline. Sebelum pelaksanaan uji kompetensi, FPAG memberikan kajian pelatihan wakaf dengan pemberian materi secara daring 2 hari, 29-30 Agustus 2023.

Sedangkan, ujian dan evaluasi kegiatan berlangsung pada tanggal 3-4 september 2023. Acara ini bertempat di Aula Gedung Rabitoh Lantai 2, Pondok Modern Tazakka. 

Kegiatan ini dimulai dengan menyanyikan lagu "Indonesia Raya", hymne "Oh Pondokku", dan mars BWI. Suasana semarak dan penuh semangat dalam mengawali acara yang sangat berarti ini.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kompetensi nazhir dalam pengelolaan wakaf, para peserta diuji dengan beragam materi asesmen, termasuk uji praktik demonstrasi, tes tulis, dan wawancara. Melalui proses asesmen ini, peserta diuji secara komprehensif terkait pemahaman teoritis, keterampilan praktis, dan sikap terkait dengan penerimaan harta benda wakaf.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari pesantren-pesantren FPAG yang sangat antusias dan bersemangat untuk mendapatkan sertifikat kompetensi nazhir wakaf sebagai bagian dari usaha untuk memajukan perwakafan di masing-masing lembaga mereka. Dalam suasana yang penuh semangat, mereka mengikuti setiap tahap assesmen dengan tekun. 

Diakhir sesi, KH Anang Rikza Masyhadi dan Prof. Dr Mustofa Dasuki Kesba berkesempatan untuk bertatap muka dengan para peserta untuk menyampaikan tentang best practices gerakan wakaf pada beberapa negara di Timur Tengah dan Indonesia. Terlihat bahwa Prof Mustofa Dasuki Kasbah sangat senang dengan adanya agenda ini, sebagai usaha untuk memajukan gerakan wakaf dengan dukungan dari nazhir-nazhir yang kompeten. 

Kerjasama antara FPAG, BWI, dan Pondok Modern Tazakka dalam menyelenggarakan assesmen ini adalah bukti nyata komitmen untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi nazhir dalam pengelolaan wakaf di pesantren-pesantren yang tergabung dalam wadah FPAG. Semoga hasil assesmen ini dapat memberikan manfaat besar dan berkelanjutan dalam pengembangan wakaf di seluruh pesantren yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

"Kita semua harus menggiatkan dan mendakwahkan wakaf sebagai gaya hidup," kata Kiai Anang.

Jejak peradaban Islam yang besar dan agung berkaitan erat dengan tradisi wakaf. Selalu ada legasi wakaf yang menjadi elemen pembangun infrastruktur dan menjadi legasi peradaban. Dia mencontohkan Masjid Nabawi, Masjidil Haram, Jamiah Al Azhar di Mesir, dan banyak lagi. Semua itu merupakan wakaf.

"Mari bersama-sama kita giatkan wakaf, kita bangun tradisi dan gaya hidup wakaf dalam keseharian, umat kita biasakan wakaf, sehingga dunia dan akhirat menjadi penuh dengan kebahagiaan dan ketenangan jiwa," ujarnya. 

photo
KH Dr Anang Rikza Masyhadi menyampaikan inspirasi tentang pengelolaan wakaf kepada para kiai pesantren - (Erdy)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement