Ahad 27 Aug 2023 08:12 WIB

MUI Minta Pemerintah Proteksi Youtube dari Konten Sesat dan Disorientasi Seksual

Youtube harus diarahkan untuk menyediakan konten ramah anak.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Erdy Nasrul
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, KH Muhammad Cholil Nafis
Foto: Republika
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, KH Muhammad Cholil Nafis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Viralnya video kartun LGBT yang tayang di youtube Indonesia membahayakan anak-anak, terutama masalah disorientasi seksual.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, meminta pemerintah agar mewaspadai isu LGBT dan memagari akhlak bangsa agar anak-anak kita terhindari kesesatan berpikir, beraqidah dan tidak disorientasi seksualnya. 

Baca Juga

"Selain pemerintah, kami juga meminta literasi maayarakat untuk cerdas memilih konten yang lebih baik karen Youtube seperti pasar,"ujar dia beberapa waktu lalu.

Kiai Cholil juga berharap youtube sebagai pasar bebas konten ini, maka konten-konten yang dapat tayang di indonesia bisa dibatasi. Karena setiap negara memiliki undang-undang yang berbeda. 

Selain masyarakat melakukan filter secara pribadi di gawai masing-masing. Kyai Cholil juga berharap pemerintah dapat melakukan proteksi pada konten-konten yang berbahaya seperti itu.

Sebelumnya terdapat tayangan video kartun anak di Youtube Kids yang memperlihatkan seorang anak dengan dua ayah. Tayangan tersebut merupakan produksi Moonbug yang juga menghasilkan konten-konten anak, seperti Blippi dan Cocomelon.

Tayangan ini pun menjadi viral di media sosial dan dikomentari banyak warganet. Mayoritas warganet berkeberatan atas tayangan video kartun anak tersebut.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement