Selasa 01 Aug 2023 18:50 WIB

Pengembang Software Asal Depok Buat Platform Realitas Virtual Keliling Ka'bah

Platform ini memberikan pengalaman kepada pengguna yang belum pernah haji atau umroh.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
Suasana di sekitar Kabah di dalam Masjidil Haram pada Kamis (1/6/2023) pagi. Sebagian jamaah sedang melaksanakan tawaf dan sebagian lagi melaksanakan sholat sunnah.
Foto: Republika/Fuji Eka Permana
Suasana di sekitar Kabah di dalam Masjidil Haram pada Kamis (1/6/2023) pagi. Sebagian jamaah sedang melaksanakan tawaf dan sebagian lagi melaksanakan sholat sunnah.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Salah satu pengembang perangkat lunak atau software di Kota Depok Badr Interactive membuat inovasi baru platform metaverse untuk melihat dan mengelilingi Ka'bah melalui teknologi virtual reality (VR). Platform ini disebut bisa digunakan untuk sarana manasik haji atau umroh bagi Muslim.

Pendiri Badr Interactive Topan Bayu mengatakan produk VR manasik haji dan umroh dibuat sebagai sarana untuk memberikan pengalaman kepada pengguna yang belum pernah melakukan ibadah haji atau umroh. Dengan teknologi VR ini pengalaman manasik dikatakan semakin terasa nyata.

Baca Juga

"Kami meyakini salah satu jalan untuk membuat banyak kebaikan adalah teknologi. Kita bisa membuat sesuatu yang terlihat tidak mungkin menjadi mungkin dengan teknologi," jelas Topan Bayu, dikutip dari situs informasi Pemkot Depok, Senin (31/7/2023).

Menurutnya, melalui teknologi VR ini, pengguna diajak langsung merasakan pengalaman yang lebih nyata. Orang yang menggunakan teknologi ini akan seperti berada di tengah-tengah Ka'bah dan melaksanakan tawaf di tanah suci.

Topan mengatakan, sebelum keberadaan teknologi VR, mempelajari tempat bersejarah seperti di Makkah hanya bisa melalui gambar dan tulisan. Satu-satunya cara mendapatkan pengalaman langsung adalah mengunjungi tempatnya yang membutuhkan biaya besar.

"Dari sini kami berpikir untuk memberikan pengalaman baru dalam mempelajari tempat bersejarah melalui VR. Pilihan tempat bersejarah jatuh ke Masjidil Haram," katanya.

"Tapi karena Masjidil Haram ini juga sebagai tempat melaksanakan ibadah umroh, jadi pada akhirnya kami perluas fungsinya. Selain mempelajari tempat bersejarah juga bisa untuk virtual manasik," kata Topan.

Meskipun tidak untuk produksi massal, namun Badr Interactive sudah menyosialisasikan pengalaman menggunakan alat ini ke masyarakat luas.

"Kami sudah sosialisasikan ke pelajar, komunitas, travel haji, dan lainnya. Bagi yang mau coba alatnya bisa datang ke kantor Badr Interactive atau hubungi melalui media sosial kami," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement