Selasa 01 Aug 2023 10:03 WIB

Tujuh Temuan Penyimpangan Paham Panji Gumilang, Samakah dengan Hasil Temuan MUI?

MUI belum umumkan hasil kajian tentang Al Zaytun.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil
Sejumlah santri dan santriwati berlatih Hoki di GOR Ponpes Al Zaytun, Gantar, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (27/7/2023). Selain kegiatan belajar mengajar, santri dan santriwati di Ponpes Al Zaytun juga mengikuti berbagai kegiatan lain seperti berlatih olahraga dan berlatih seni budaya.
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Sejumlah santri dan santriwati berlatih Hoki di GOR Ponpes Al Zaytun, Gantar, Indramayu, Jawa Barat, Kamis (27/7/2023). Selain kegiatan belajar mengajar, santri dan santriwati di Ponpes Al Zaytun juga mengikuti berbagai kegiatan lain seperti berlatih olahraga dan berlatih seni budaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga saat ini belum mengungkap hasil temuan tim investigasi MUI tentang penyimpangan paham dan ajaran Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang di Ma'had Al Zaytun, Kabupaten Indramayu. Namun, demikian berdasarkan dokumen yang diperoleh Republika.co.id pada Senin (31/07/2023), sedikitnya ada tujuh video menunjukan penyimpangan pemahaman Pimpinan Ma'had Al Zaytun, Panji Gumilang. Apakah ini juga sama menjadi temuan hasil investigasi MUI?

Pertama, Panji Gumilang menyatakan Allah tidak mengerti bahasa Indramayu bila Allah berbahasa Arab.

Baca Juga

Pernyataan Panji Gumilang ini terdapat pada sebuah video bersumber dari media al zaytun movie dengan tema Manusia dan Kemanusiaan part 1. Dalam video itu, Panji Gumilang mengucapkan perkataan sebagai berikut: 

"Saya sejak awal tahun berdiri Ma'had ini sudah menganjurkan baca, baca, mengapa? Nabi Muhammad juga sudah mendeclare dzalikal kitab la roib. Itu nabi Muhammad yang mendeclare itu atas Wahyu Ilahi, bukan Kalam Allah. Kalam nabi Muhammad yang didapat daripada wahyu. Nah kalau Allah berbahasa Arab, susah nanti ketemu dengan orang Indramayu. Prewek ngga ngerti, Gusti Allah ngga ngerti kalau, artinya bacalah semua itu saudara-saudara dzalikal kitab la roibaz, Alkitab, Alkitab ini mungkin perjanjian lama," 

Disebutkan dari dokumen yang diterima Republika.co.id bahwa terdapat penyimpangan pemahaman AS Panji Gumilang terhadap Alquran yang telah disepakati oleh para ulama yang mutabar bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang nampak maupun yang tersembunyi yang lalu, sekarang maupun yang akan datang. 

Kedua, pernyataan PG bahwa dzalikal kitab la roiba itu bukan Kalam Allah.

Dari video yang sama dengan yang di atas, PG mengatakan: "Nabi Muhammad juga sudah mendeclare dzalikal kitab la roib. Itu nabi Muhammad yang mendeclare itu atas Wahyu Ilahi, bukan Kalam Allah. Kalam nabi Muhammad yang didapat daripada wahyu,". 

Disebutkan dari dokumen yang diterima Republika.co.id bahwa terdapat penyimpangan pemahaman AS Panji Gumilang yang berpendapat bahwa Alquran adalah Kalam Nabi Muhammad atau sabda Nabi Muhammad SAW, bukan Kalam Allah SWT seperti yang dipahami dan diyakini oleh Ahlussunah wal Jamaah, bahwa Alquran adalah kalam Allah SWT baik secara makna, lafadz, dan bahasa. Pernyataan PG tersebut bertentangan dengan Alquran surat At Taubah ayat 6. 

Ketiga, Panji Gumilang meragukan kesempurnaan Alquran.

Disebutkan dari dokumen yang diterima Republika.co.id berdasarkan sumber video yang sama dengan yang di atas, bahwa terdapat pernyataan PG yang meragukan kepaling benaran dan kesempurnaan Alquran. Indikasinya yakni pernyataan PG yang menyayangkan sikap masyarakat yang tidak mau memahami kitab-kitab suci selain Alquran. "...mengapa? Karena menganggap yang paling benar adalah satu saja (maksudnya Alquran saja)," mengutip pernyataan PG dalam video tersebut. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement