Selasa 25 Jul 2023 17:35 WIB

Pengalaman Penghulu Nikah Beda Agama, Pernah Dibayar Hingga 3 Rp Juta

Achmad Nurcholis menyebut penghulu nikah beda agama tidak mematok tarif khusus.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ani Nursalikah
Cincin kawin
Foto: flickr
Cincin kawin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang konselor pernikahan beda agama Achmad Nurcholis telah menikahkan lebih dari 1.000 pasangan berbeda agama di Indonesia. Dalam proses pernikahan beda agama, menurut dia, penghulu tidak mematok tarif khusus.

Namun, Nurcholis pernah dibayar hingga Rp 3 juta oleh pasangan nikah beda agama. Direktur Program Pusat Studi Agama dan Perdamaian (ICRP) ini mengatakan, pasangan yang menikah beda agama biasanya mengeluarkan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan pasangan yang menikah di KUA. Namun, menurut dia, itu sifatnya sukarela. 

Baca Juga

"Ya memang di atas yang biasa mereka kasih ke KUA karena kan mungkin pemahaman mereka ini tingkat kesulitannya beda dengan yang di KUA," ujar Nurcholis saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (25/7/2023). 

Jika agamanya sama, biasanya pasangan yang menikah hanya cukup membayar sekitar Rp 600 ribu kepada penghulu. Namun, menurut Nurcholis, pasangan yang beda agama rata-rata membayar di atas Rp 1 juta. 

"Ada, Mas, betul (di atas 1 juta). Tapi ada juga yang nggak mampu kita subsidi juga," ucapnya. 

Selain membayar penghulu, biasanya pasangan yang menikah beda agama juga membayar kepada pendeta atau bikhu. "Tapi rata-raya di atas 1 juta ke penghulu aja. Ada juga yang ke pendeta juga kalau melibatkan pendeta," kata Nurcholis. 

Namun, menurut dia, biaya yang dibayarkan pasangan nikah beda agama berbeda-beda, tergantung pada kesukarelaannya. "Setiap pasangan beda-beda, Mas, bahkan saya pernah juga dikasih itu sampai 3 juta saya pernah. Itu tanpa diminta, ya. Mereka memberikan aja sebagai tanda terima kasih," jelas Nurcholis. 

 

Di Jakarta sendiri, menurut Nurcholis, setidaknya ada empat lembaga yang melayani konsultasi nikah beda agama. Dia sendiri memimpin dua lembaga, yaitu Indonesian Conference On Religion and Peace (ICRP) dan Yayasan Harmoni Mitra Madania. 

"Di lembaga kita itu ada empat penghulu dan pendeta juga ada empat," kata Direktur Harmoni Mitra Madania ini. 

Selain dua lembaga itu, menurut dia, di Jakarta masih ada dua lembaga lain yang melayani konsultasi nikah beda agama. Namun, ia tidak berkenan menyebutkan nama lembaganya. 

"Selain di kami ada juga yang lain yang menfasilitasi itu. Misalnya di Salatiga ada Yayasan Percik. Di Jakarta sebetulnya ada beberapa itu," jelas dia. 

Saat akan menikahkan pasangan beda agama, menurut dia, lembaga itu biasanya juga sudah menyediakan penghulu atau pendetanya, tergantung pada agamanya. 

"Terus kalau di Jawa Timur ada Keluarga Bhinneka Tunggal Ika. Itu dikelola oleh pasangan-pasangan senior yang sudah menikah puluhan tahun lalu. Mereka juga memberikan konseling," ujar Nurcholis. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement