Selasa 09 May 2023 05:55 WIB

7 Daftar Kontroversi Panji Gumilang Pimpinan Al Zaytun yang tak Pernah Tersentuh

Panji Gumilang merupakan pendiri utama lembaga pendidikan Al Zaytun

Rep: Muhyiddin / Red: Nashih Nashrullah
Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Zaytun, Panji Gumilang. Deretan kontroversi Panji Gumilang tak pernah tersentuh hukum apapun.
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Pimpinan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Zaytun, Panji Gumilang. Deretan kontroversi Panji Gumilang tak pernah tersentuh hukum apapun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—  Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun di Indramayu, Prof Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang dikenal sebagai sosok yang sering membuat kontroversi, mulai dari dikaitkan dengan NII, kasus pelecehan seksual, shaf jamaah perempuan pada sholat Id, mazhab Sukarno, hingga kasus salam Yahudi.

Karena itu, alumnus UIN Syarif Hudayatullah Jakarta ini pun mulai banyak dikenal di kalangan masyarakat Indonesia. 

Baca Juga

Panji Gumilang merupakan seorang pendidik yang membangun Pondok Pesantren Al-Zaytun pada 13 Agustus 1996. Ia lahir di Desa Sembung Anyar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, pada 30 Juli 1946. 

Selama hidupnya, pria yang biasa dipanggil Syekh Panji Gumilang ini memang selalu mencuri perharian dengan cara yang tidak biasa. Lalu apa saja kontroversi yang pernah dibuat Panji Gumilang?

Berikut adalah daftar kontroversi Panji Gumilang yang dirangkum Republika.co.id dari berbagai sumber pada Senin (8/5/2023):

1. Pengikut Mazhab Sukarno

Panji Gumilang mendeklarasikan diri sebagai pengikut Mazhab Bung Karno. Dalam Tausiyah Shalat Jumat yang disiarkan secara langsung lewat akun Youtube Al-Zaytun Official, Jumat (28/4/2023), Panji yang menyebut dirinya sebagai Syekh Panji tersebut mengaku terinspirasi oleh salah satu karya Bung Karno, Di Bawah Bendera Revolusi Jilid 1.

"Syekh ingat karena ditanya orang, ini mazhab apa? Syekh karena mengagumi orang yang pandangannya luar biasa dalam bidang-bidang ini, Syekh bilang mazhabku adalah Bung Karno, Ahmad Sukarno," ujar Panji saat tausiyah usai sholat Jumat. 

Panji Gumilang pun berulang kali mengutip salah satu artikel di buku tersebut yang mengulas tentang tabir. Tulisan berjudul Tabir Adalah Lambang Perbudakan dinilai Panji menjadi bukti buah pikir Bung Karno yang mengimplementasikan ajaran Islam rasional. 

Meski demikian, dalam tausiyahnya, Panji mengaku berdialog secara imajiner dengan Bung Karno sehingga ditegur oleh sang proklamator. Dia dinilai terlalu berani meletakkan perempuan untuk sholat berjamaah di shaf depan

2. Shaf Perempuan dalam Pelaksanaan Sholat Idul Fitri

Akun Instagram @kepanitiaanalzaytun sempat mengunggah foto shalat Id pada Sabtu (22/4/2023) yang kemudian memicu kontroversi. Dalam foto tersebut, tampak shaf jamaah dibuat berjarak. Selain itu, jamaah perempuan berada di posisi paling depan di antara laki-laki. 

Baca juga: Pidato Panjang Panji Gumilang di Hadapan Jamaah Al Zaytun, Sebut Dirinya dengan Syekh

"Kegiatan perayaan Id Al Fithri di Masjid Rahmatan Lil Alamin Al-Zaytun-Indonesia," demikian keterangan caption tersebut yang dikutip Republika.co.id di Jakarta, Ahad (23/4/2023).

Postingan tersebut pun langsung menuai kontroversi dan memancing banyak komentar warganet. Bagaimana tidak memancing, shalat semacam itu bisa dibilang sangat jarang dilakukan masyarakat Muslim Indonesia

3. Salam Yahudi

Diketahui bahwa menyanyikan lagu Havenu Shalom Aleichem yang dilantunkan di Masjid Ma'had Al Zaytun itu terjadi pada peringatan 1 suro atau 1 Muharam tahun 1444 Hijriyah atau pada 2022. Video itu pun menjadi viral lagi setelah aktivis kemanusiaan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina, Muhammad Husein Gaza mengeluarkan kritik keras terhadap Al Zaytun yang menyanyikan lagu itu. 

Baca juga: Tampil Depan Pengikut Loyalnya, Syekh Panji Gumilang Buat Pengakuan Soal Awal Al Zaytun

Dalam cuplikan video itu, Panji Gumilang mengajak peserta tidak sekadar membaca assalamualaikum, tetapi juga membaca salam sambil bernyanyi.

"Saya mengajak Saudara untuk mengucap salam yang tidak assalamualaikum saja, (tapi) sambil kita bernyanyi. Saya rasa yang hadir walaupun tidak terlalu pandai saya rasa bisa bernyanyi. Kita ucapkan pada sahabat kita Havenu Shalom Aleichem.”   

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement