Ahad 30 Apr 2023 10:27 WIB

Para Aktivis Toleransi Tuntut Anggota BRIN Pengancam Warga Muhammadiyah Ditindak

Aksi provokasi oknum BRIN kepada Muhammadiyah sangat berbahaya

Rep: muhamma subarkah/ Red: Muhammad Subarkah
Aksi kecam intoleransi peneiliti BRIN di depan kantor DPengurus Daerah Muhammadiyah Kebumen Jawa Tengah, Sabtu (29/4/2023).
Foto: PD Muhammadiyah kebumen
Aksi kecam intoleransi peneiliti BRIN di depan kantor DPengurus Daerah Muhammadiyah Kebumen Jawa Tengah, Sabtu (29/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, KEBUMEN -- Para ativis gerakan toleransi dari berbagai elemen yang ada di Kebumen mengecam keras ancaman pembunuhan kepada warga Muhammadiyah yang dinyatakan peneliti Badan Riset Nasional Indonesia. Dalam orasinya mereka mengecam acaman pembunuhan itu beserta pihak yang diduga ikut memprovikasinya.

 ‘’Kami memuntut peneliti BRIN ditindak baik secara etik dan hukum. Baik pelaku ancaman Andi Pangeran dan Thomas Jamaludian yang diduga ikut memprovokasionya harus ada tindakan etik dan hukum. Untuk hukum polisi harus mengusutnya secara serius dan tak bisa ditunda, sebab apa yang mereka berdua lakukan sudah merupakan delil formil yang artinya meski tanpa ada laporan hukum pun seharusnya ditindak aparat keamanan tak bisa lagi berlindung mengulurnya atau membiarkannya. Sebab malah nanti bisa menjadi tindakan pembiaran,’’ kata Hari Satrio sebagai Koordinator aksi intoleransi, dalam rilisnya Ahad pagi (30/4/2023).

Menurutnya, para aktivis yang melakukan unjuk rasa di depan kantor Pengurus Daerah Muhammadiyah Kebumen itu datang dari berbagai elemen. Selain Muhammadiyah elemen lain seperti  HMI dan PMII juga turut hadir.’’Kami semua pirhatin mengapa negara tercinta ini sekarang ada yang berani bersikap kasar seperti itu. Toleransi ternyata dianggap tak penting. Beda pendapat dianggap melawan negara. Ini yang kami prihatinkan,’’ katanya lagi.

Tak hanya itu Satrio mengatakan ditingkat warga akar rumput, pernyataan itu telah merobek kesatuan dan kenyamanan hidup masryarakat. Dan kalau ini dibiarkan ini berbahaya karena akan menimbul sikap saling curiga dan memecah kesolidan masyarakat. Ada salah satu pihak yang merasa dicurigai.

 ‘’Ini jelas tak baik. Apalagi saat ini sudah memasuki tahun politik yang seharusnya harus semua pihak menyolidkan diri dan mengurangi sikap saling curiga. Tindakan kedua peneiliti BRIN itu sudah masuk kategori sangat berbahaya. Kami selau warga Muhammadiyah misalnya jelas merasa khawatir dan seperti merasa seperti ada pihak yang ingin mengadu domba kami,’’ tandas Satrio.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement