Senin 27 Mar 2023 03:10 WIB

Langit-langit Masjid Tifatul Makassar Roboh hingga Mencederai Jamaah

Langit-langit Masjid Tifatul roboh tak disangka saat jamaah melaksanakan shalat.

Ilustrasi jamaah di melaksanakan shalat di masjid.
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Ilustrasi jamaah di melaksanakan shalat di masjid.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Langit-langit menara Masjid Tifatul Jamaah yang terletak di Jalan Barukang 2 Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Ahad malam (26/3/2023), roboh hingga mencederai sedikitnya 10 jamaah yang sedang melaksanakan shalat Isya di masjid itu, dan lima orang diantaranya dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Masjid Tifatul yang berlantai dua itu roboh di bagian atap atau langit-langit di tengah masjid ketika jamaah sedang shalat Isya," kata Nurdin, salah seorang jamaah Masjid Tifatul yang melihat langsung kejadian tersebut.

Baca Juga

Kejadian itu tidak terduga karena tidak ada tanda-tanda langit-langit akan runtuh.

Akibatnya, sedikitnya terdapat 10 korban yang teridentifikasi dan 5 orang diantaranya dilarikan ke rumah sakit terdekat, karena mengalami cedera yang cukup serius.

Dari 5 orang tersebut 4 orang diantaranya dilarikan ke rumah sakit Angkatan Laut dan seorang lainnya yang mengalami cedera serius di bagian kepala dilarikan ke rumah sakit Akademis Makassar.

Sementara itu, informasi dari pihak keamanan dilaporkan korban terus bertambah dan sudah tercatat sebanyak 14 orang.

Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Makassar Muhammad Ramdhan Pomanto langsung turun ke lokasi kejadian guna melihat secara langsung kondisi masjid yang sudah berantakan oleh puing-puing reruntuhan langit-langit masjid.

Selanjutnya, Ramadhan Pomanto yang akrab disapa Danny itu menuju Rumah Sakit Angkatan Laut untuk melihat kondisi empat korban tertimpa runtuhan langit-langit Masjid Tifatul.

Danny ingin memastikan seluruh korban segera ditangani secara baik, termasuk korban yang cukup parah dan tengah dirawat di rumah sakit akademis.

Hingga berita ini disiarkan, warga dan jamaah masjid bergotong-royong membersihkan sisa puing-puing reruntuhan, agar tidak mengganggu prosesi ibadah shalat berikutnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement