Jumat 24 Feb 2023 22:13 WIB

Soal Pidato Megawati, Waketum MUI Ajak Masyarakat Berprasangka Baik dan Tabayyun

Pidato yang disampaikan Megawati tentang angka stunting di Indonesia.

Megawati Soekarnoputri
Foto: Dok Republika
Megawati Soekarnoputri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud mengajak masyarakat tabayyun atau mencari kejelasan atas sebuah kebenaran. Ajakan ini disampaikan terkait adanya polemik pidato Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Megawati Soekarnoputri soal ibu-ibu pengajian.

Penafsiran dari pernyataan itu bisa bermacam-macam, ada kemungkin benar atau malah sebaliknya. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk melakukan tabayyun agar dapat mengetahui maksudnya secara jelas. 

Baca Juga

"Terkait pernyataan Ketua Umum PDIP, Kalau saya lihat itu begini, bahwa tujuan orang ngomong pada satu statement atau lafalnya yang mengerti adalah orang yang mengungkapnya. Nah jika ada orang yang menanggapi statement itu mungkin ada pasnya, mungkin ada tidak pasnya," kata Kiai Marsudi di Jakarta pada Jumat (24/2/2023). 

Pidato yang disampaikan Megawati tentang angka stunting di Indonesia. Karena itu, peran ibu-ibu sangat penting untuk bisa lebih berkonsentrasi dan mengatur waktunya secara bijak.

Kepedulian dari seorang tokoh bangsa, yakni Megawati Soekarnoputri terhadap upaya untuk benar-benar bisa menekan angka stunting yang masih cukup tinggi di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya kepada para ibu-ibu dengan cara lebih bijak lagi dalam mengatur waktu agar bisa jauh lebih proporsional untuk mengurus rumah dan anak.

Polemik atas isu tersebut pun sebaiknya diakhiri demi terhindar dari politisasi agama. Mengingat pada tahun ini adalah tahun politik dimana setiap masyarakat politik memberikan berbagai macam situasi. 

Meski demikian, Waketum Marsudi Syuhud menekankan bahwa situasi yang bermacam-macam ini pada intinya adalah untuk menciptakan situasi yang berbangsa dan bernegara. 

“Nah situasi ini yang terutama agar kita itu bisa berbangsa dan bernegara dengan baik,” katanya. 

Ia berharap, situasi politik yang bermacam-macam ini tidak sampai mengancam persatuan Republik Indonesia.  “Apalagi kalau sampai mengancam persatuan Republik Indonesia ini,” ucapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement