Senin 13 Feb 2023 00:01 WIB

Ilmuwan Merekonstruksi Wajah Wanita Kota Terlaknat Zaman Nabi Shaleh

Wanita yang hidup zaman Nabi Shaleh itu menjadi temuan para ilmuwan.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Erdy Nasrul
Proses rekonstruksi wajah si wanita zaman Nabatea
Foto:

photo
Rombongan jamaah umrah VVIP Madinah Wisata Iman berziarah ke Madain Shaleh. - (Dok MIW)

Para peneliti arkeologi menamakan wanita itu Hinat. Tulang belulangnya ditemukan di sebuah kuburan kuno sekitar Al-Ula dan Madain Shaleh.

"Saya sungguh tertarik dengan penelitian tersebut. Dengan terlibat di dalam tim ini, saya termotivasi, seperti ingin mengetahui siapa leluhur dan nenek moyang saya," kata perwakilan Komisi Kerajaan untuk penanganan Kota Tua al-Ula, Ahmed Aliman, dalam keterangannya kepada Reuters pada Ahad (12/2/2023).

Anggota Peneliti proyek arkeologi Madain Shaleh Laila Nehme mengatakan, pada mulanya tim tak mengetahui bahwa itu adalah tulang belulang wanita. Namun setelah meneliti bagian tulang tertentu, barulah diketahui bahwa ini adalah kerangka tulang wanita. 

Nabatea adalah salah satu di antara suku-suku Badui pengembara yang hidup bekelana di Gurun Arab. Mereka membawa ternak peliharaannya ke tempat-tempat yang memiliki padang rumput dan sumber air. Mereka mudah beradaptasi terhadap lingkungan tempat tinggalnya seiring berlalunya musim-musim. Mereka berusaha untuk bertahan hidup sepanjang tahun-tahun buruk manakala curah hujan berkurang.

 

Kota terlaknat

Nabi Muhammad SAW pernah melewati Madain Shaleh dan al-Ula saat pergi untuk Pertempuran Tabuk. Dia secara khusus menunjukkan keduanya kepada para sahabat sebagai pelajaran. Dia memerintahkan mereka untuk minum air hanya dari satu sumur yang digunakan oleh unta Nabi Shaleh AS dan melarang mereka makan dan minum apapun dari daerah itu dan melewatinya dengan agak cepat.

Gempa besar yang terjadi ribuan tahun lalu juga telah menipiskan lapisan pelindung bawah tanah bumi. Saat ini, para ilmuwan telah menemukan lubang besar di lapisan ozon atmosfer tepat di atas area yang hancur ini.

Hal ini menempatkan wilayah tersebut pada risiko kerusakan akibat gempa bumi, kerusakan akibat sinar UV, berbagai penyakit kulit, kanker, dan badai alam.

Para peneliti setuju bahwa tidak aman bagi manusia untuk tinggal lama di sana. Hal ini sesuai dengan larangan yang disabdakan Nabi Muhammad SAW tentang tempat ini. Tempat yang merupakan tanda ibrat ini, tidak boleh digunakan sebagai tempat kesenangan dan hiburan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement