Rabu 08 Feb 2023 18:11 WIB

Negara Bagian Goa Periksa Masjid yang Dihancurkan Portugis

Negara bagian Goa menerima permohonan untuk restorasi masjid.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Hafil
Negara Bagian Goa Periksa Masjid yang Dihancurkan Portugis. Foto: Ilustrasi Masjid
Foto: Republika
Negara Bagian Goa Periksa Masjid yang Dihancurkan Portugis. Foto: Ilustrasi Masjid

REPUBLIKA.CO.ID, PANAJI -- Menteri Arkeologi Negara Bagian Goa, Subhash Phaldesai, mengatakan pihaknya menerima permohonan untuk restorasi masjid, yang dilaporkan telah dihancurkan oleh penjajah Prancis. Hal ini terjadi di tengah upaya pemerintah memulihkan kuil yang dihancurkan di masa awal era kolonial.

Departemen arkeologi negara juga disebut sedang dalam proses pemeriksaan beberapa permohonan terkait pemugaran kuil yang hancur di era Portugis. Goa adalah koloni Portugis selama lebih dari 400 tahun, sebelum pembebasannya pada tahun 1961.

Baca Juga

“Skema saat ini hanya untuk kuil, jika ada klaim lain maka akan kami diskusikan dan putuskan. Kami telah menerima satu klaim tentang masjid, kami akan memutuskannya," ujar dia dikutip di Deccan Herald, Rabu (8/2/2023).

Lebih lanjut, ia menyebut jika ada insiden lain yang berhubungan dengan gereja maka pihaknya akan memikirkannya. Untuk saat ini ia menekankan pihaknya tengah fokus melakukan pemugaran kuil, namun tidak menutup kemungkinan untuk rumah ibadah lainnya.

Inisiatif CM Pramod Sawat menggerakkan negara bagian India ini jntuk memulihkan kuil Hindu yang telah dihancurkan oleh Portugis pada abad ke-16, segera setelah Goa dijajah.

Sawant juga telah mengalokasikan 20 juta rupee ke departemen arsip dan arkeologi negara. Dana tersebut dikhususkan untuk pemugaran candi semacam itu di negara bagian dalam anggarannya, untuk tahun anggaran 2022-2023.

Kementerian Phaldesai juga telah mendekati Kementerian Urusan Luar Negeri untuk mendapatkan dokumen resmi terkait penghancuran kuil dari arsip pemerintah di Portugal. Pihaknya juga sedang meneliti catatan era Portugis terkait perusakan candi.

“Orang Portugis biasa mengirim perintah tertulis (tentang penghancuran kuil). Dokumentasi mereka dulu sempurna, yang ada (bersama kami), dengan bantuannya para sejarawan telah menulis (tentang itu)," lanjut dia.

Sumber-sumber arsip ini nantinya akan diubah menjadi klaim dan tinggalan arkeologi akan dipelajari untuk konfirmasi.

Tidak hanya itu, ia menyebut kementeriannya telah membentuk tim khusus untuk memeriksa klaim terkait penghancuran candi di Goa, yang secara resmi diajukan ke departemen Arkeologi negara.

“Mereka memeriksa detailnya dengan mengunjungi lokasi dan berbicara dengan penduduk desa ketika dikonfirmasi bahwa itu dihancurkan oleh Portugis, barulah pemulihan akan dilakukan. Kami ingin melakukannya dengan cara yang adil,” kata Menteri. 

Sumber:

https://www.deccanherald.com/national/west/goa-archaeological-ministry-vetting-destruction-of-mosque-by-portuguese-colonists-1188959.html

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement