Selasa 03 Jan 2023 13:42 WIB

Sejumlah Buku Quraish Shihab Diterbitkan Secara Digital

Buku Quraish Shihab itu meliputi tema Alquran, tafsir, salat tanya jawab Islami.

Cendekiawan muslim Quraish Shihab menyampaikan paparan pada pembukaan Forum Titik Temu di Jakarta, Rabu (18/9/2019).
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Cendekiawan muslim Quraish Shihab menyampaikan paparan pada pembukaan Forum Titik Temu di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah buku karya cendekiawan Muslim Prof Dr Muhammad Quraish Shihabtelah diterbitkan secara digital melalui aplikasi KESAN oleh penerbit Lentera Hati.

?Digitasi ini diharapkan tidak hanya dapat menjangkau pembaca setia buku cetak Pak Quraish, tetapi juga menjangkau generasi muda Islamyang ingin mengakses buku-buku Islam populer dalam format digital,? kata Direktur Lentera Hati, Nasywa Shihab , dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Puluhan buku itu meliputi tema Alquran, tafsir, salat tanya jawab Islami, hingga rahasia sukses dunia dan akhirat.

Digitalisasi buku-buku Islam menjadi penting untuk menjangkau lebih banyak pembaca. Hal ini juga memudahkan banyak orang menjangkau banyak buku berkualitas.

Sementara itu, CEO Aplikasi KESAN Hamdan Hamedan mengaku senang bisa bermitra dengan Lentera Hati dalam menerbitkan buku digital tersebut.

"Kami sangat senang bisa menghadirkan buku-buku Prof Quraish dalam bentuk digital di aplikasi KESAN. Kita tahu bahwa ponsel pintar sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, maka dari itu kami berharap ponsel pintar bisa menjadi sarana kita untuk belajar Islam secara praktis, kapan pun dan di mana pun," kata Hamdan.

Aplikasi KESAN sendiri merupakan aplikasi Islami ciptaan pribumi yang mendukung kebutuhan ibadah mulai dari Al Quran Digital, jadwal shalat, arah kiblat, hingga Musyawarah Islam.

Aplikasi KESAN dapat diunduh secara gratis di Google PlayPlay , Apple Store , atau di website KESAN ( www.kesan.id ).website KESAN (www.kesan.id).

Prof Dr Muhammad Quraish Shihab, dilahirkan di Sidenreng Rappang (Sidrap) pada 16 Februari 1944. Quraish adalah putra keempat dari 12 bersaudara dari pasangan Prof. Abdurrahman Shihab dan Asma Aburisy, 11 saudaranya adalah Nur, Ali, Umar, Wardah, Alwi, Nina, Sida, Abdul Mutalib, Salwa, Ulfa dan Latifah.

Quraish mencintai Ilmu-ilmu Al-Qur’an sejak kecil akibat pengaruh dan didikan ayahnya, seorang ahli tafsir dan akademisi bahkan Prof. Abdurrahman merupakan rektor di dua perguruan tinggi Islam di Makassar, IAIN Alauddin dan Universitas Muslim Indonesia.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya di Ujung Pandang, ia melanjutkan pendidikan tingkat menengah di Malang, yang ia lakukan sambil menyantri di Pondok Pesantren Darul-Hadits al-Faqihiyyah selama 2 tahun di bawah bimbingan Habib Abdul Qadir bin Ahmad BilFaqih

Pada tahun 1958 ia berangkat ke Kairo, Mesir, dan diterima di Kelas II Tsanawiyah al-Azhar. Tahun 1967, ia meraih gelar Lc (S-1) pada Fakultas Ushuluddin – Jurusan Tafsir dan Hadits – Universitas al-Azhar. Ia kemudian melanjutkan ke tingkat magister di fakultas yang sama dan meraih Gellar MA pada tahun 1969 untuk spesialisasi bidang Tafsir al-Qur’an dengan tesis berjudul Al-I’jaz at-Tasyri’i li al-Qur’an al-Karim. Dan melanjutkan jenjang doktoralnya pada tahun 1980, 2 tahun berselang Quraish lulus dengan disertasinya Nazhm ad-Durar li al-Biqa’iy, Tahqiq wa Dirasah.

Sejak dulu, Quraish sudah aktif di berbagai bidang sebagai media berdakwah dan mendapatkan amanah jabatan, seperti Wakil Rektor Bidang Akademis dan Kemahasiswaan pada IAIN Alauddin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anggota Lajnah Pentashih Alquran Departemen Agama, Rektor IAIN Syarif Hidayatullah, Menteri Agama Kabinet Pembangunan VII, Duta Besar Mesir-Somalia-Djibouti, dan Anggota Dewan Syariah Nasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement